Recent Post

Tuesday, 25 April 2017

3 Pemenang Kartini Digital Competition 2017
Kartini Digital adalah kompetisi dalam mencari sosok Kartini Era Digital yang menggunakan teknologi digital dalam menunjang kehidupan baik secara pribadi  maupun untuk orang banyak. 
Awalnya saya tidak mengetahui adanya Kartini Digital Competition yang diadakan oleh Telkomsel Sumatera. Hingga suatu hari ada DM di instagram dari Mbak Liliana-Telkomsel Bengkulu yang mengajak saya untuk ikut serta. Beliau memberikan link pendaftaran yang bisa saya buka untuk mensubmit data. Jujur awalnya tidak terlalu berminat untuk ikutan karena sudah minder deluan saat melihat hastag #kartinidigi2017. Isinya orang-orang keren mulai dari blogger, enterpreneur,  online shoppig hingga celebgram. Tapi hati kecil saya membujuk untuk coba-coba, nggak terpilih juga nggak apa-apa toh saya sudah biasa kalah kompetisi hehe..

Akhirnya saya mendaftarkan diri dengan kategori Blogger dengan memberikan deskripsi kalau saya juga punya usaha @moystuff_ yang berjalan hingga kini. Peserta yang mendaftar pun diminta untuk share keikutsertaan di media sosial, like terbanyak akan menjadi juara favorite. Pendaftaran yang dibuka hingga tanggal 18 April itu menyisakan tanda tanya. Kapan ya pengumumannya? Soalnya di web tidak disebutkan kapan akan diumumkan pemenangnya.  Hingga tanggal 21  tidak ada pengumuman resmi di web telkomsel, dan saya pun pasrah, eh mungkin memang pemenangnya ditelepon langsung dan  saya tidak menang hehe..

Tiba-tiba saya dikejutkan oleh sebuah email di siang hari yang dikirimkan Mbak Ika P Dwi dari Telkomsel.  Di email itu mbak Ika meminta saya untuk menghubunginya karena saya diundang sebagai nominee Kartini Digital Competition di Medan. Semuanya berjalan dengan cepat seperti mimpi hingga sore harinya Mbak Sharon dari Telkomsel juga mengirimkan tiket untuk berangkat esok tanggal 22 April 2017.

Saya langsung minta izin suami agar bisa berangkat ke Medan, alhamdulillah suami mengizinkan. Malam harinya saya juga harus periksa ke dokter kandungan untuk mendapatkan izin terbang. Karena kehamilan baru memasuki 7 bulan dan janin saya sehat dokter memberikan rekomendasi masih aman untuk bepergian. Ubay juga sudah dititip ke tempat Ibu karena suami sedang di Yogyakarta.

Selepas sholat subuh, saya diantar ayah ke Bandara dan bertemu dengan Reptian Sari yang ternyata juga terpilih menjadi nominee Kartini Digital 2017. Wanita cantik ini rupanya penulis Bengkulu yang sudah menelurkan 6 buku loh. Saya terkagum-kagum dan kok ya nggak tahu ada penulis kece seperti dia di bengkulu. Kami berangkat penuh harap, setidaknya salah satu dari kami bisa membawa Trophy ketika pulang ke Bengkulu.

saya dan Iye (Reptian Sari)


Perjalanan yang cukup melelahkan dari Bengkulu-Medan. Sebenarnya sudah tiba di Bandara Kuala Namo pukul 3 sore, namun karena macet jam 5 baru deh sampai di Hotel AdiMulia Medan. Saya segera sholat dan membersihkan diri karena sudah ditunggu di ruang make up.
“Maaf ya mas menunggu lama, “
“oh iya nggak apa-apa mbak” 
“Sudah banyak ya yang dirias, darimana aja mas” tanya saya penasaran dengan nominee lainnya.
“Lah kita kan menunggu mbak berdua!”

Sontak saya kaget, kemana nominee yang lainnya ya? Soalnya kata mbak Ika ada 10 besar  nominasi Kartini Digital yang masuk grand final. Hmm.. mungkin belum turun aja kali ya... namun hingga acara akan dimulai hanya saya, reptian dan melinda dari KabanJahe yang dimakeupin.

Malam Grand Final Kartini Digital 2017 Competition

 

Grand Final Kartini Digital 2017 dibuka dengan meriah oleh EVP Telkomsel Area Sumatera Paulus Djatmiko . Beliau mengatakan Telkomsel menggelar kompetisi Kartini Digital dengan tujuan untuk menginspirasi perempuan Indonesia masa kini, agar semakin memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas hariannya. Kompetisi ini untuk mencari sosok Kartini di Pulau Sumatera dalam era digital, baru pertama kali digelar Telkomsel. Ada sekitar 590 wanita yang mendaftar di kompetisi ini hingga akhirnya terpilih 10 terbaik yang menjadi nominasi di malam Grand Final.

Di malam itu juga hadir juga Wagub Sumut Brigjen TNI (Purn) Nurhajizah Marpaung  dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid yang memberikan inspiring speech sebagai tokoh perempuan yang paling menginspirasi di Indonesia khususnya Pulau Sumatera. Pada kesempatan itu Telkomsel pun meresmikan komunitas Kartini Digital yang dinamakan Sanggar Buana Puteri. Komunitas ini kedepannya akan menjadi wadah berkumpulnya para Kartini Digital, khususnya para wanita Sumatera, untuk saling sharing pengalaman dalam berbagai hal, seperti Blogger, Start Up, Online Shopping, Digital Entrepreuner dan lainnya.

Pengumuman Pemenang Kartini Digital 2017

Sebelum pemenang diumuman. Mbak Nova Zein dan mbak Mollyta Mochtar diundang kepanggung sebagai juri. Mbak Nova Zein mengatakan cukup sulit menyeleksi hampir 600 peserta dengan background yang berbeda-beda. Peserta yang didominasi oleh mahasiswa dan celebgram pun membuat bingung karena mempunyai follower yang cukup mencengangkan. Namun mbak Molly menambahkan bahwa popularitas follower bukanlah satu-satunya penilian. Kriteria lainnya adalah karya, konsistensi dan bisa menginspirasi.

Saat pembawa acara mengatakan akan mengumumkan 3 besar dari 10 nominasi saya deg-degan. Hingga akhirnya pemenang favorite dengan like terbanyak share di sosmed diumumkan. Juara 3 jatuh pada Melinda Ginting, wanita asal Kaban Jahe. Ia yang ditemani suaminya itu sangat bahagia dan langsung menuju panggung. Lalu  luar biasa banget tak menyangka Reptian teman perjalanan saya dari bengkulu menjadi Runner Up. Saya memeluknya dan mengucapkan selamat. Dia berbisik ke saya  sebelum naik ke panggung “juara satunya pasti mbak ria” saya tak mau berharap banyak, cukup menanti saja.

“The Winner Kartini Digitial 2017 Competition is ... Ria Mustika Fasha, Bengkulu” hwaa saya speechless. Antara senang dan haru, tangan saya gemetar saat naik ke panggung. Grogi melihat banyak sekali orang yang memandang. Alhamdulillah.. alhamdulillah... nggak berhenti mengucap syukur berada dalam keadaan ini.

Penyerahan thropy oleh Ibu Wagub Sumatera Utara

 Sebagai juara pertama saya mendapatkan thropy dan hadiah uang senilai 10 juta, sedangkan Iye (Reptian Sari) mendapatkan 6 juta dan juara favorite 4 juta. Hadiah pun diserahkan oleh pak paulus, ibu wagub sumut dan mbak Meutya. Saat turun dari pangggung saya masih tak percaya, ini seperti mimpi.

Saya masih bertanya-tanya kenapa saya bisa jadi pemenang! Pertanyaan saya terjawab saat bertemu mbak Nova Zein di akhir acara. Beliau mengatakan profesi saya sebagai Ibu rumah tangga lah yang membuat saya berbeda di mata juri. “Mbak yang ibu rumah tangga ya! Favorite saya banget karena menginspirasi, selamat ya” saya berterimakasih pada beliau yang melihat Ibu Rumah tangga dari kacamata yang berbeda.

Sejauh ini saat saya mengatakan profesi saya sebagai Ibu Rumah Tangga, kebanyakan ekspresinya hanya “ohh” cenderung meremehkan bahkan ada emak-emak yang bilang ke saya ilmu sarjana saya percuma. Kasihan orang tua sudah susah payah nyekolahin. Etc etc yang bikin hati nyut-nyut. Memang kalau mengharapkan penilaian baik orang nggak akan selesai-selesai , ada aja yang dinyinyirin. Terus saat saya bilang saya menulis dan berwirausaha yang cukup menghasilkan, sebagian juga tetap aja nggak percaya dan remeh temeh apa iya dirumah aja liatin laptop dan ngadon kue bisa menghasilkan :D

Biar nggak cape mikirin pendapat orang lain, yuk Buktikan dengan prestasi. Apapun profesi kita, mau itu ibu rumah tangga, tenaga pengajar, karyawan, dll, wanita tetap bisa berkarya dan berprestasi.  Prestasi apa? Apapun itu profesi kita jalani dengan ikhlas dan lakukan yang terbaik, itulah prestasi menurut saya. Saya sudah ngeblog sejak kuliah, ngehabisin uang untuk ke warnet untuk menulis curhatan di blog. Nggak tau kompetisi atau giveaway. Hanya ingin menulis. Baru beberapa tahun ini saya kenal kompetisi dan penghasilan lewat menulis. Dan ternyata hobi yang menyenangkan ini bisa menghasilkan.

Btw, nulis ini juga masih speechless mau.  Saya yang apalah-apalah ini belumlah apa-apa, masih perlu banyak belajar dan berbenah. Masih banyak tersebar di penjuru Sumatera Kartini-Kartini hebat, ini mungkin memang sedang rejeki saya dan calon dedek bayi.  Terimakasih telkomsel sudah menyelenggarakan acara keren ini, semoga kedepannya akan ada Kartini Digital Competition selanjutnya. Terimakasih teman-teman yang sudah mendoakan saya.




43

Thursday, 20 April 2017

Hari-hari seorang ibu bisa kita ibaratkan seperti pelangi. Indah setelah menanti hujan reda. Melihat perkembangan si kecil yang mencengangkan tak jarang kita menjadi haru biru dan dipenuhi rasa syukur. Kadang pula kita diliputi perasaan sedih karena si kecil tidak menunjukkan perubahan yang kita harapkan. Walaupun kita semua tahu setiap anak itu unik, ada yang cepat dan ada yang lambat perkembangannya, kadang ya omongan orang-orang disekitar sering meninggalkan rasa tak sabaran dihati kita.

Pernah nggak sih ngerasain bunda? Waktu anak seumuran si kecil sudah bisa berjalan, anak kita masih tertatih-tatih untuk menopang tubuhnya. Atau saat anak orang lain bicara sudah ceplas ceplos, lucu dan menggemaskan, si kecil kita masih terus berusaha mengucapkan kata dengan benar. Lalu haruskah kita kecewa?

saya berharap sih tidak. Yuk menata hati kita untuk menerima si kecil apa adanya. Nasihat yang baik dari orang lain kita ambil dan kita usahakan untuk diterapkan agar perkembangan anak kita normal. Namun omongan yang membuat  kita tak bersyukur hayok dibuang jauh-jauh.

Bersyukur bukan berarti menyerah ya. Sebagai seorang Ibu pun saya selalu berusaha agar bisa menstimulasi anak untuk perkembangannya. Ubay anak saya termasuk lambat dalam hal berbicara dibandingkan teman usianya. Ia cerewet sih, tapi kalau bicara suka ingin cepat dan sembarangan. Jika kita minta untuk perlahan dan mengulang ia suka marah ke saya karena dianggap tidak mengerti apa yang ia inginkan. Kudu ekstra sabar menghadapinya. Banyak masukan dari teman-teman untuk mengajarkan ia kosa kata setiap harinya berulang-ulang secara perlahan, atau memintanya melihat wajah dan cara saya berbicara. Semuanya saya tampung selama itu baik. Saya yakin perlahan Ubay akan bisa berbicara lancar seperti teman-temannya.

Pentingnya Stimulasi Otak Anak 1-3 Tahun



 
Normalnya, tiga tahun pertama si kecil terjadi pertumbuhan dan perkembangan pesat termasuk pada sel otaknya. Pada usia tiga tahun otak si Kecil akan berkembang secara pesat dan memproduksi milyaran sel otak dan koneksi antar sel-sel otak, melalui sinapsis otak. Sel otak membutuhkan koneksi seperti jalan tol yang diterima melalui stimulus dan semakin kuat jika sering dilatih. Semakin banyak koneksi maka akan semakin cepat proses pembelajarannya.

Untuk mendukung perkembangan sel otaknya kita perlu melakukan stimulasi. Kegiatan sederahana seperti mengajaknya berbicara, bernyanyi bersama, membacakan cerita bergambar, hingga bermain peran akan sangat membantu menstimulasi perkembangan otak mereka. Hubungan ibu dan anak pun akan semakin erat jika kita sering menemaninya bermain dan belajar.

Selain itu kita juga perlu sabar menjawab rentetan pertanyaan mengapa yang diajukan si kecil. Karena dari jawaban-jawaban kitalah mereka akan belajar mengenai sesuatu. Pertanyaan “mengapa” membuktikan bahwa mereka sedang mencari tahu dan mencoba belajar sesuatu. Rasa ingin tahu nya yang besar akan sangat baik kita arahkan untuk memberikan pembelajaran positif yang akan ia ingat hingga besar kelak. Kita bahkan akan tercengang  melihat si Kecil dapat menyerap dan belajar hal-hal baru dengan sangat cepat.

Stimulasi yang sering kita lakukan akan semakin baik jika ditunjang denan pemilihan nutrisi yang tepat untuk anak sesuai dengan usianya, dan tidur juga istirahat yang cukup. Untuk melengkapi nutrisinya Bunda bisa memberikan Nestle NAN kid pHPro 3 yang mengandung protein whey terhidrolisis parsial berkualitas tinggi sehingga mudah dicerna dan membantu pembentukan otot si Kecil. Selain itu juga mengandung Kalsium, yang berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Kandungan asam lemak esensial LA dan ALA, 12 vitamin dan 9 mineral serta probiotik Bifidobacterium lactis melengkapi manfaat NAN kid pHPro 3 untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Semoga si kecil sehat selalu ya!

1

Friday, 14 April 2017


 

Waktu menunjukkan pukul 12 malam. Ubay belum juga mengantuk, ia malah menggoyangkan badan saya yang mulai lemas. “Umi Lapar...” lucunya ia mengelus perut seperti orang yang dilanda lapar berat. Saya menggendongnya turun dari kasur lalu mengambilkan sepiring nasi dengan lauk udang, benar saja ia menghabiskan nasi tanpa tersisa. Matanya seperti terang benderang, masih ingin bermain. Ia tertidur selepas magrib dan terbangun jam 10 di saat saya baru selesai menulis dan ingin tidur. Memang sih dia belum makan malam, jadi mungkin terbangun karena lapar. Ubay akhirnya kembali tidur pukul 2 pagi.

Paginya saya pusing dan keliyengan, subuh hampir saja telat. Belum lagi harus buru-buru menyiapkan pesanan kue. Saat-saat seperti ini biasanya ada suami yang bantuin ngehandle Ubay, tapi karena ia sedang ke Yogya saya memang harus ekstra mengurus semuanya sendiri. Berharap calon adek Ubay bisa kompromi dengan seabrek kegiatan umminya yang nggak kelar-kelar.

Awal-awal menjadi seorang Ibu, saya sempat mikir “ya Allah gini banget jadi istri dan Ibu.” Hati selalu digoda bisikan untuk bete, kesal, marah yang intinya bikin diri nggak ikhlas menjalani peran sebagai seorang ibu. Jujur saya takut banget dihinggapi bumbu-bumbu nggak ikhlas dalam menjalani peran mulia ini. Taulah semua ibu kalau jadi ibu itu memang capek banget, semuanya untuk keluarga. Lah kalau nggak ikhlas kita capeknya sia-sia donk, udah capek tapi nggak dapat apa-apa. Makanya suami sering banget ngomong ke saya kalau udah tepar. Sambil mijiti kaki dia bilang gini “ummi capek banget Bay, ikhlas ya mi.” 

Bicara Ikhlas, Bicara Hati

 

Bicara ikhlas memang mudah banget kalau di lisan. Tapi hati siapa yang tahu, kudu menata hati pelan-pelan untuk berdamai menjadi ibu. You know lah, ibu-ibu sering sekali dihinggapi perasaan bersalah. Apalagi dengan banyaknya ilmu parenting disana-sini. Saya saja sering dihinggapi rasa-rasa jadi ibu yang gagal, nggak bisa membuat masakan sehat dan enak untuk anak, bangun sering kesiangan jadi banyak yang terbengkalai, hingga nggak bisa didik anak dengan baik. 

Nggak mudah berdamai menjadi ibu. Berdamai menjadi Ibu, Menyadari bahwa jadi ibu adalah sebuah pilihan tepat untuk dekat dengan surga. Lalu kembali menjalani rutinitas dengan ikhlas sembari berharap Allah ganti setiap tetes keringat dengan berkah dan kebahagiaan. Bicara ikhlas juga adalah bicara dengan hati sendiri untuk mensyukuri dan menikmati apa yang terjadi, berdamai dengan keadaan diri.

Berdamai dengan Perubahan Fisik

Ketika saya bercermin di kaca, banyak perubahan di diri saya. Lihatlah muka yang dulunya kinclong karena rutin perawatan kini mulai berkerut, kusam karena seringkali dibahasi keringat. Jangankan mengoleskan makeup tebal dengan polesan eyeshadow dan blashon, baru diolesi bedak saja tak lama bedak sudah luntur kena keringat. Saya melihat bentuk tubuh yang mulai terlihat seperti ibu-ibu kebanyakan. Pinggul lebar, pipi tembem, telapak kaki dan tangan mulai terasa kasar. Belum lagi luka operasi caesar dan stretch mark yang tak bisa menghilang, hanya bisa memudar.

Itu hanya tentang fisik yang mungkin bisa membuat sebagian wanita dilanda perasaan tertekan sepanjang waktu. Perubahan fisik ini memang drastis terlihat pasca saya melahirkan. Awalnya memang saya merasa tidak terima. Tetapi setelah melewati deretan rasa sakit hingga berakhir di ruang operasi, saya tahu bahwa tak banyak yang diinginkan oleh seorang Ibu. Hanya kebaikan untuk anak-anaknya kelak, lahir sehat dan selamat dan tumbuh menjadi anak yang soleh atau soleha. Apa yang saya pikirkan saat berhari-hari mengusahakan normal adalah anak dan anak. Saat bidan mengatakan rambut anak saya telah teraba di pembukaan 9, ketuban sudah pecah, harusnya mengedan sedikit sudah keluar saya diliputi haru. Namun saat tau ada infeksi, dan saya harus menahan untuk tidak mengedan, menahan sesak dan ketakutan saya sudah tidak peduli tubuh saya akan seperti apa, tidak peduli apakah mau sakit seperti apa lagi, saya ingin anak saya selamat. Bahkan saya bicara pada diri saya sendiri bahwa saya tak mengapa jika nanti suami saya ingin beristri lagi, saya sudah cukup bahagia mendengar tangisan kencang Ubay yang memenuhi pagi penuh haru biru itu.

Perubahan fisik perlahan tapi pasti akan mendatangi kita, cepat atau lambat. Saya tetap mengusahakan untuk merawat tubuh saya sebisanya di sela-sela waktu. Tapi tidak akan diliputi rasa kecewa jikalau tidak banyak yang berubah. Saya mencoba berdamai dengan perubahan-perubahan yang ada hingga kelak nanti jika ada umur saya akan menemukan rambut ini mulai memutih, bicara mulai susah, dan mata mulai rabun, saya akan menjalaninya dengan bahagia. Menjadi nenek bahagia hehehe...

Berdamai dengan Masa Lalu, Berdamai dengan Waktu


Setiap hari timeline facebook mengulas kenangan masa lalu yang pernah saya posting. Masa-masa jomblo yang penuh warna. Saya tersenyum mengingat apa-apa saja yang saya lakukan. Membuat rindu dan serasa ingin mengulang keceriaan itu. Saya ingat masa kuliah adalah masa-masa sibuk berkarya dan berprestasi.  Travelling kemana-mana, naik gunung, ikut lomba hingga seru-seruan dengan teman-teman.

Namun kini tak lagi sama. Jika setiap harinya bisa bertemu teman-teman kuliah, curhat ngalor ngidur tanpa beban. Kini waktu untuk bertemu teman sangatlah minim, selain karena kesibukan masing-masing saya tidak mungkin menitipkan Ubay terus menerus. Sesekali saja jika ada acara blogger Ubay saya titipkan ke rumah ibu. Jika biasanya setiap bulan merencanakan travelling bersama teman, kini untuk travelling ada banyak hal yang dipertimbangkan termasuk anak-anak yang masih kecil dan belum cukup kuat, pendanaan, dan pekerjaan yang terbengkalai.

Waktu kosong yang biasanya saya manfaatkan untuk menulis seharian kini adalah waktu sangat berharga untuk istirahat atau menemani Ubay main. Jika dulu bisa tidur seharian, sekarang mencuri-curi waktu untuk memejamkan mata. Menulis saat ia telah pulas di malam hari, menyisakan sedikit waktu untuk mereganggkan tubuh.

Ya, saya mulai terbiasa. Mulai berdamai dengan waktu yang seolah tak cukup, berkejar-kejaran untuk bisa menyelesaikannya tepat waktu agar keluarga dan rumah tidak terbengkalai. Itulah kenapa saya sangat kagum dengan working mom, pasti ekstra capeknya, dirumah dan dikantor. Saya selalu salut dengan ibu-ibu yang bisa membereskan semuanya dipagi hari, tidak pernah mengeluh dengan seabrek aktifitasnya.
Berdamai menjadi ibu, berdamai dengan masa lalu dan waktu. Kini saya tahu bagaimana rasanya menjadi Ibu.

Berdamai Menjadi Ibu itu...


Berdamai menjadi ibu, berdamai dengan rasa bersalah, berdamai dengan rasa tertekan. Makanya setiap beraktifitas entahkan itu nyuci, masak atau membereskan rumah saya usahakan untuk istigfar biar nggak mudah ngeluh dan ngedumel. Selama nggak urgent, kalau capek yo wis tinggalkan saja. Nyinyiran orang yang bikin sesek anggap saja angin lalu. “Apa aja sih kerja kamu? Dirumah aja kok piring berantakan, pakaian belum dilipat,” itu orang mungkin kurang piknik yang ngomongi begitu. Apalagi kalau suami yang protes tapi nggak bantu, suruh aja dia yang ngerjain semuanya wkwk...
Rentetan edukasi parenting harusnya bikin kita semangat, jangan biarkan rasa bersalah menghantui. Menyesal seperlunya, perbaiki sebisa kita. ya, karena Ibu juga manusia. Penuh kekurangan disana sini.

Untuk para BAPAK!
Yang diperlukan istri-istrimu, ibu dari anak-anakmu bukan pertanyaan mengapa kerjaannya banyak yang tak beres, mengapa ia tambah jelek tambah gendut, mengapa anakmu tambah kurus, atau mengapa istrimu tidak merawat anakmu hingga jatuh sakit. Pertanyaan mengapa begini begitu yang walaupun tidak memiliki niat menyakiti seringkali membuat hatinya teriris, pecah berkeping-keping.
Yang ia perlukan adalah bantuan tanpa banyak bicara, sesekali mengecup keningnya dengan ucapan terimakasih sudah mencucikan bajumu, memasak masakan kesukaanmu. Sesekali ia akan senang jika kalian para Bapak mengizinkannya untuk berjam-jam dipijat di salon sedangkan kalian mengajak anak-anak bermain dan berekreasi. Sesekali juga ia akan senang kau bawakan makanan kesukaannya, walau hanya seporsi seblak atau es cendol. Hal-hal sepele yang tak akan membuat harga diri menjadi jatuh, tapi membuatnya bahagia dan menganggap menjadi Ibu dan Istri adalah hal yang membahagiakan.

PELUK BESAR untuk para Ibu, yang saat membaca tulisan ini mungkin baru menyelesaikan cucian, baru pulang dari kantor, baru saja mendiamkan si kecil yang tantrum, dan sederet aktivitas mulia untuk keluarga. Memang tidak mudah, tetapi mari berdamai menjadi Ibu agar banyak kebaikan yang kita dapatkan. Semoga hidup para Ibu diliputi berkah dan kebahagiaan.



Ibu Kucintai engkau seperti aku mencintai Surga
Ibu semoga  engkau disayang Allah
didekap dengan kasih sayangNya
tak ada tempat terbaik untukmu selain surga


With love
~Ria M Fasha


40

Tuesday, 11 April 2017

Aktivitas berwisata selalu lebih mengasyikkan jika dibarengi dengan berburu kuliner. Inilah yang selalu diamini oleh para pecinta travelling. Selain memanjakan lidah, mengunjungi tempat-tempat kuliner dapat memperkaya wawasan kuliner nusantara, terutama bagi pengunjung yang hobi makan enak.

(sumber : bertuahpos.com)


Pekanbaru sebagai destinasi wisata pun tidak terkecuali. Selain menawarkan obyek wisata yang menarik, 7 tempat wisata kuliner di Pekanbaru ini dipastikan akan membuat liburan Anda terasa lengkap. Apa saja daftarnya? Simak berikut ini.

1.    Pondok Gurih

Keunikan rumah makan yang terletak di Jl. Sudirman No. 202 ini terletak pada cara mereka menyambut tamu, yakni dengan membunyikan gong. Bisa dibilang menu yang ditawarkan rumah makan ini sangat variatif, yaitu dengan mengedepankan kuliner tradisional Indonesia, seperti masakan jawa, sunda, melayu hingga minang.

2.    Rumah Makan Cuik

Rumah makan yang terletak di Jalan Yos Sudarso ini tentunya sudah tidak asing lagi jika berkunjung ke Rumbai. Selain karena rasanya yang lezat, cara memasaknya pun masih menggunakan tungku. Tidak heran jika cita rasa masakan di sini sangat khas dan bikin ketagihan.

3.    Gulai Bauang

Letak rumah makan ini berada di pusat kota Pekanbaru dan berseberangan dengan Hotel Pangeran . Gulai bauang di rumah makan ini terkenal harum, gurih dan lezat, ditambah bumbu cabai hijaunya yang khas.
Selain gulai bauang, Anda juga bisa mencoba menu sayur ubi, ayam goreng, dan menu masakan lainnya yang juga tak kalah sedap.


4.    Sate Bundo Kanduang

Kuliner sate padang ini cukup digandrungi di Pekanbaru. Letaknya strategis di Jalan HOS Cokroaminoto yang berseberangan dengan Plaza Senapelan Suzuya dan Ramayana. Wangi satenya yang khas menjadi daya tarik pengunjung untuk mencicipinya. Jangan tanya soal rasa, sudah pasti bikin ketagihan.

5.    Bebek Goreng Pak Ndut

Meski rumah makan ini adalah franchise yang berpusat di Kartasura, Jawa Tengah, tapi di Pekanbaru pun, Bebek Goreng Pak Ndut amat digemari. Bebek dan ayamnya sangat renyah dan digoreng renyah. Ditambah sambal cabainya yang sedap, bikin acara makan makin mantap. Jika ingin mencicipi, datang saja ke Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru.

6.    Mr. Brewok

Anak muda Pekanbaru pasti tidak asing dengan nama Mr. Brewok. Tempat wisata kuliner satu ini populer sebagai tempat nongkrong. Berlokasi di Jalan Sudirman No. 321 dan punya ciri khas ikon lukisan pria berjanggut tebal dan berkumis (brewok).

Menu andalan Mr. Brewok adalah chicken steak yang punya rasa khas. Selain itu Mr. Brewok juga menyediakan menu dessert yang menggoda, banana split dan ice cream-nya layak dicoba.

7.    Miso Rempah Rajawali

Penggemar makanan berkuah wajib hukumnya mampir ke tempat yang berlokasi di Jalan Rajawali ini. Jangan kaget kalau saat berkunjung tempat ini dipadati banyak pengunjung.
Aroma rempah dalam kuahnya membangkitkan selera, ditambah krenyes-krenyes renyah yang bersumber dari tulang ayamnya.Selain miso rempah, di sini tersedia juga miso bakso dan miso hati ampela yang ditambah lauk-pauk seperti kerupuk, telur, perkedel dan sate kerang.

Selain memanjakan lidah dengan wisata kulinernya, Pekanbaru menawarkan objek wisata lain yang tak kalah menarik. Kemudahan mencari penginapan juga menjadi salah satu jaminan liburan Anda akan terasa lengkap di Pekanbaru. Untuk mencari hotel murah di Pekanbaru, Anda dapat memesan kamar melalu website Airy Rooms atau menginstal aplikasinya di smartphone. 


Selain tarifnya yang murah, Airy Rooms memiliki jaringan hotel yang tersebar di banyak lokasi di Pekanbaru. Jangan khawatir dengan fasilitasnya, meski murah, Airy Rooms sangat nyaman dan menyajikan fasilitas yang memadai.

Kamar yang nyaman dan ber-AC, TV layar datar, kamar mandi dengan shower hangat, air minum gratis, dan Wifi, pastinya membuat acara istirahat Anda makin nyaman.

Nah, tunggu apa lagi? Ayo ke Pekanbaru.


19

Monday, 10 April 2017


Sejak SMP saya tidak pernah berharap lebih orang lain akan menganggap saya #memesona. Orang menghargai dan tidak bertindak buruk dengan ucapan ataupun perbuatan saja  bagi saya itu lebih dari cukup. Ya, bisa dibilang saya punya krisis percaya diri yang cukup menyedihkan. Saya membangun dunia sendiri dengan kesepian dan kesendirian. Menjauh dari banyak orang, lalu larut dalam tumpukan komik dan sajak. Entah kenapa saat itu selalu dipenuhi pikiran buruk kalau orang tidak menyukai saya.

Walaupun saat kecil dikenal sebagai anak yang periang dan aktif, namun kecelakaan yang terjadi saat kelas 6 SD telah mengubah hidup saya. Saya tersiram air panas menjelang Ujian Nasional. Air panas yang baru saja mendidih itu tumpah di kaki, meninggalkan bekas di pergelangan kaki. Bekasnya bahkan membekas di hati, tatapan teman-teman melihat kaki yang dipenuhi bekas luka bakar itu masih terngiang dan memporakporandakan kepercayaan diri seorang Ria. Saat SMP setiap dua minggu sekali saya harus izin untuk bolak balik ke rumah sakit, disuntik di pergelangan kaki untuk membuat koloid luka bakar itu menipis. Setiap pengobatan bisa sepuluh suntikan di pergelangan kaki kanan dan kiri. Teman-teman selalu bertanya. Antara iba dan ejekan. Saya menangis di depan Ibu, tidak mau lagi ke rumah sakit. Tidak mau lagi menjawab pertanyaan teman-teman ada apa dengan saya. Saya pasrah karena berbeda. Alih-alih akan punya pacar, berteman saja saya takut. Setiap istirahat saya hanya duduk di kelas. Menulis puisi hingga berbundel-bundel puisi saya ciptakan.
Saat mengalami pubertas, saya mengalami pergolakan jiwa luar biasa. Hati saya terus memberontak, saya ingin seperti teman-teman lainnya. Tampil memesona, tampil cantik, punya banyak teman dan disukai banyak orang. Saya bercermin diri, menemukan diri saya jauh dari kata menarik, kulit kusam tubuh tambun, rambut selalu dimasukkan ke dalam topi lebih terlihat seperti laki-laki. Bahkan beberapa teman lelaki mencandai saja dengan memanggil saya “om”.

Saya mencoba berubah. Mengikuti banyak saran dengan berganti penampilan, mengikuti gaya hidup teman-teman yang suka kongkow biar dikenal, mencoba dekat dengan teman lelaki, hingga mencoba menambahkan gincu di muka saya. Semuanya tak berlangsung lama karena ternyata saya tetap merasa kosong. Ini bukan kebahagiaan yang saya cari, ini bukan diri saya. Teman yang saya kira peduli hanya menginginkan saya seperti mereka, bukan apa adanya saya. Lalu saya kembali menepi.

***
Keadaan itu terus berlanjut hingga akhirnya saya menemukan teman. Teman yang tidak peduli keadaan saya. Yang tidak bertanya berkali-kali ada apa dengan kaki saya dengan pandangan jijik. Teman yang mulai merubah persepsi saya bahwa menjadi beda bukanlah masalah. Teman-teman yang mendorong saya untuk berprestasi hingga saya tidak lagi peduli apa yang dikatakan orang. Mereka menyadarkan bahwa saya berhak bahagia, menikmati apa yang saya suka selama itu baik.

Perlahan kepercayaan diri saya tumbuh saat SMA. Sajak-sajak yang tertumpuk dalam diary, yang hanya saya baca sendiri, suatu saat dikirimkan seorang teman ke ajang lomba puisi yang diadakan kampus di kota saya. Puisi itu mendapatkan juara 1. “Kamu berbakat ya, jangan sia-siakan mumpung masih muda masih banyak waktu” kata-kata itu terngiang selalu saat saya down. Saya mulai berburu prestasi, mengumpulkan piala di atas lemari yang membuat senang Ibu dan Ayah. Selama itu positif dan saya suka maka akan saya jalani. Teater, RISMA, PMR, hingga Patroli Sekolah saya lakoni.

Bahkan saat kuliah, saya semakin gencar mengisi hari dengan kegiatan positif. Selain kuliah, saya juga menjadi penyiar, menjadi guru, ikut organisasi, menjadi Tim Relawan bencana, ikut tim SAR dan Pendaki gunung hingga mengikuti banyak lomba karya tulis dan wirausaha mewakili kampus. Tujuannya hanya satu saya ingin hidup yang lebih baik. Hidup yang bahagia.

***
Saya semakin percaya tampil #memesonaitu nggak melulu soal tampil cantik bak model, muka kinclong seperti orang korea, ataupun tubuh aduhai ala pramugari. #MemesonaItu juga tidak selalu pintar bicara di depan banyak orang, punya IPK 4, suara mendayu-dayu ataupun kuat kayak petinju. Bagi saya Memesona itu ketika kita Berani untuk memperlihatkan apa adanya kita, berani untuk menyatakan saya BEDA. Karena saya dan kamu pun pasti beda! Tidak mungkin identik sama. Selama itu positif tunjukkin saja kalau kamu beda. Bodo amat dengan orang yang nyinyir. Buktikan dengan prestasi, setuju?

#MemesonaItu BEDA

Berani Jadi Diri Sendiri


saya saat melakukan ekspedisi dempo
Bagi saya perempuan yang memesona itu adalah perempuan yang berani jadi diri sendiri. Berani menunjukkan eksistensinya walau ia berbeda dari orang kebanyakan. Berani mengambil resiko dicemooh banyak orang demi mewujudkan kebahagiaannya. Saat telah menemukan keberanian dan kepercayaan diri, saya tidak peduli lagi orang akan berkata apa dengan penampilan saya. Saya pun tidak peduli jika wajah saya biasa saja, tanpa make up ataupun high heels. Karena begitulah adanya saya. Saya menikmati aktifitas mendaki gunung, berkutat dengan tulisan dan heboh saat menjadi penyiar radio. Selama itu positif dan tidak melanggar norma tampilah memesona dengan berani menjadi dirimu sendiri. ^_^

Empati

saat menjadi relawan gempa sumbar

Percuma cantik tapi sombong. Percuma pintar tapi pelit ilmu. Percuma semua hal memesona dalam diri kita tapi miskin empati. Empati adalah bagian dari hati yang menunjukkan apakah pesona kita itu memang berasal dari hati ataukah hanya topeng belaka. Saya beberapa kali menemukan wanita yang dianggap kebanyakan orang memesona tapi hatinya tidak. Saya pun menemukan wanita yang terlihat biasa tapi hatinya sungguh memancarkan pesona menawan. Hati yang baik dan penuh empati. Ringan tangannya untuk membantu. Saya berharap bisa menjadi wanita #memesona dari hati yang penuh empati. Berbagi apapun yang saya bisa bagikan. Walau hanya sebuah senyum untuk anak-anak yang kehilangan orang tua dan harta benda mereka.

Dekat dengan Tuhan

Setelah empati terhadap manusia, bagian penting dalam #memesona bagi saya adalah dekat dengan Tuhannya. Kedekatan dengan Allah akan membangun pesona hati yang menawan. Tingkah laku yang baik dan takut untuk berbuat kejahatan. Saat saya merasa sedih dan kosong. Hal pertama yang saya lakukan adalah berdoa kepadaNya yang bisa mendatangkan lagi kebahagiaan. Setidaknya hati menjadi tenang setelah mengadu pada Allah.

Anak yang Berbakti

saya bersama keluarga

#MemesonaItu adalah anak yang berbakti. Ya, semua nya akan sia-sia ketika kita menjadi anak yang durhaka, menelantarkan kedua orang tua sedangkan kita sibuk dengan hidup kita. Saya percaya bahwa ridho orang tua sangat menentukan keberkahan hidup. Jika selama ini kita sibuk mencari surga-surga yang jauh, melakukan haji dan umrah bagi umat muslim, bersedekah, hingga membangun panti asuhan. Jangan lupakan surga yang sangat dekat, sangat mudah kita temui. Surga itu adalah orang tua kita. anak yang berbakti pada orang tuanya, mendoakan dengan setulus hati akan tampil memesona setidaknya di hadapan Tuhannya.

Itulah Memesona versi saya. Berani Memesona dengan tampil BEDA?

#MemesonaItu
17

Wednesday, 5 April 2017



“Awalnya biasa saja, namun perlahan rasa itu ada. Dia menjadi istimewa tak seperti yang di duga. Rasa itu bernama cinta. Semoga selamanya bersemai di relung bernama hati.”

Saya tidak mudah menyukai orang apalagi sampai jatuh cinta. Rayuan puisi, lemah lembut kata dan lagu-lagu romantis tidak mempan untuk perempuan seperti saya. Mungkin saya sudah terbiasa dengan puisi karena ayah adalah seorang penyair. Saya pun sudah biasa mendengarkan dendangan lagu romantis karena ayah pun mantan anak band yang playboy pada zamannya. Lebih-lebih banyak teman yang menceritakan kisah pilu asmaranya pada saya, hingga saya jengah dengan beragam kisah asmara. Hampir hafal bagaimana tipe lelaki. Bahkan saat saya beberapa kali jatuh hati saya memberanikan diri untuk berhenti dari hubungan yang tak banyak membawa kebaikan.

Disaat memilih menjauh dan berkutat bersama profesi sebagai guru PAUD. Ternyata jodoh malah didekatkan. Seseorang yang dulunya satu kampus, sering bertemu namun sangat menjengkelkan di mata saya malah dipilih Allah untuk jadi imam saya kini. Ia, dia suami saya. Salah satu dari deretan lelaki tersayang selain ayah dan saudara saya.

Sebelum rasa itu ada, lelaki yang jadi suami saya ini tak pernah menjadi lelaki idaman sebelumnya. Saya anggap dia menjengkelkan, keras, tempramental, sok hebat, cerewet dan banyak hal buruk lainnya yang saya pikirkan tentangnya. Tapi gitu deh, Allah mah Maha Membolak balikkan hati. Yang dulunya benci bisa jadi sayang. Hehee.. Seluruh antero kampus heboh dengan berita pernikahan saya. IMPOSSIBLE... begitulah kira-kira pendapat orang tentang kami. Teman-teman banyak menanyakan perihal ini.
Apakah saya benar-benar yakin menikah dengan lelaki itu? Apa tidak salah pilih? Aku kira kamu bakal menikah dengan si A, kok malah dia? Dia itu suka demo loh? Dia itu keras loh? bermacam pertanyaan tidak percaya bahkan menjatuhkan bertubi-tubi datang menggoyahkan niat baik saya untuk menikah.

Setalah beragam pertimbangan akhirnya dengan mantap saya memutuskan untuk menerima pinangan si dia. 16 Juni 2013 kami menikah dan kini dikarunai seorang putra berumur 2 tahun 5 bulan. Saya juga sedang mengandung anak kedua. Doakan sehat ya teman-teman!


Setelah Menikah Bertambah Sayang, Kenapa?

Setelah menikah saya semakin yakin bahwa memang dia adalah jodoh yang tepat. Perasaan yang awalnya hanya keyakinan untuk membangun rumah tangga lama-lama berubah menjadi rasa sayang dan memiliki. Suami saya memang tipe koleris yang jika bicara ceplas ceplos to the point dan kadang tidak memikirkan perasaan lawan bicara. Saya sih sering mengingatkan dia, kalau tidak semua orang bisa dinasehati langsung, kebanyakan malah tersinggung. Tapi mau gimana lagi, suami saya memang punya karakter terlalu jujur kalau bicara. Tidak suka ya bilang tidak suka, tanpa basa-basi.


Selain kebiasaan baiknya dalam ibadah dan rutin menimba ilmu di pengajian. Banyak hal yang membuat saya menyayanginya! apa saja? yuk simak

Berani Jujur

Sifatnya ini bikin saya tambah sayang, karena tidak banyak lelaki yang berani bicara jujur walau dia harus dianggap keras bahkan dijauhi dan dimusuhi oleh orang lain. Biasanya, teman-teman atau adik-adik yang dinasehati suami saya awalnya akan sakit hati, namun lama-lama menyadari bahwa yang diomongkan suami saya itu benar. Bahkan ada yang datang ke saya dan berkata “ternyata yang kakak omong itu benar ya mbak, tapi waktu itu dengarnya sakit hati banget”. Terus saya jawab “jangankan kamu dek, mbak istrinya aja sering cemberut dinasehati tapi sekarang sudah terbiasa karena dia mengingatkan demi kebaikan kita.” Iya, saya selalu berusaha positif saat suami mengingatkan, karena memang dia imam saya yang punya tanggung jawab menjaga keluarganya.

Penyayang dan Mudah Bersosialisasi


Dulu saya suka cemburu, suami saya ini kok banyak sekali adik angkatnya. Mau cewek ataupun cowok. Dekatnya juga bukan main-main, orang tua adik-adiknya tuh malah kenal dekat dengan suami. Bahkan beberapa kali mengirim beras dari desa merka hingga makanan dan lauk pauk. Usut punya usut ternyata suami memang mudah dekat dengan siapa saja. Walau suka ceplas ceplos tapi malah punya adik angkat. Setelah menikah pun saya banyak mengunjungi rumah adik-adik nya dan mendapati mereka sudah seperti keluarga saja. Kata salah satu Ibu angkat, suami suka bantu adik-adik mahasiswa kalau kesulitan saat di kampus termasuk mengurus perkuliahan hingga mewakili omelan Ibu-Ibu mereka di dusun. Saya yang tipe pendiam ini jadi punya banyak keluarga baru setelah menikah. Sifat penyayang nya juga tampak bukan hanya dengan keluarga angkat tapi juga keluarganya sendiri. Sepupu-sepupunya sangat rapat dengan beliau. Setiap mampir ke Bengkulu pasti menginap di kontrakan kecil kami.

Terlalu Baik

Siapa sih yang nggak sayang sama orang baik apalagi suami sendiri. Hehee... saya bersyukur suami tidak anti membantu pekerjaan istri di rumah. Hal ini sempat saya takutkan karena suami merupakan keturunan Padang seperti saya yang biasanya lelakinya jarang mau membantu pekerjaan rumah. Suami saya bisa semua untuk beberes. Tapi sering menyerah soal masak memasak karena merasa masakan nya tidak seenak buatan saya. Saat saya melahirkan beliau yang melakukan semuanya termasuk mencuci popok dan membersihkan rumah.

Iya juga baik dengan orang lain. Pantang diminta bantuan, sebisanya akan dibantu secara tuntas. Termasuk meminjamkan barang-barangnya ke orang lain. Salah satu barang kesayangannya yang sering dipinjamkan adalah kamera DSLRnya. Kamera itu dibelinya dari hasil menabung saat menjadi karyawan di kampus UMB. Karena beberapa orang tidak amanah saat meminjam, kamera kesayangan itu lensanya rusak, tidak bisa fokus dan zoom.


Saya sedih sekali mengetahui kamera kesayangannya itu rusak. Saya tahu perjuangan dia mengumpulkan uang untuk membeli kamera karena suami punya hobi fotografi. Sejak itu ia tidak bisa menyalurkan hobinya. Saya pun tidak bisa ikutan menggunakan untuk keperluan ngeblog. Lebih sedih lagi waktu tahu kamera itu punya banyak kenangan. Si Canon sangat berjasa mengabadikan momen pernikahan kami, momen bulan madu, hingga foto-foto apik saat anak saya masih kecil.

Sebuah Hadiah Istimewa untuk si Dia


Sebenarnya saya sudah mencoba menjual kamera lama yang punya banyak minus itu. Tapi belum ada pembeli. Bahkan kalau ada yang membeli harganya pasti sudah jatuh banget ya, karena banyak rusaknya. Suami pun bilang kalaupun harus dijual tetap belum bisa beli yang baru. Ya, saat ini kami sedang butuh banyak dana untuk keperluan studi suami saya di Yogyakarta
.
Saya berharap punya rejeki dari penghasilan saya sendiri untuk memberikan sebuah hadiah istimewa bagi si Dia. Iya dia, lelaki tersayang yang kini menjadi imam saya. Hadiah istimewa itu adalah sebuah kamera pengganti yang punya kualitas bagus agar ia bisa memotret kembali. Saya ingin sekali melihat dia seperti dulu, tersenyum saat mengambil gambar dan menikmati salah satu hobinya itu. Doanya sih bisa memberikan hadiah istimewa itu saat ia wisuda bulan Juli nanti ^_^

Berharap boleh saja ya, siapa tahu dikabulkan!

Suatu saat nanti yang entah itu kapan saya ingin membelikan kamera DSLR Canon seperti miliknya, namun dengan kualitas yang lebih bagus seperti Canon EOS 70 D dilengkapi dengan lensa yang keren seperti yang saya lihat di Elevenia. Selain Canon EOS 70 D masih banyak kamera DSLR yang bagus-bagus bisa ditemukan di elevenia.

Jika saya membelikannya hadiah ini pasti akan membuat nya hepi.
1.    Dia bisa menyalurkan hobi fotografinya lagi
2.    Dia bisa bergabung dengan klub fotografi untuk menambah ilmu dan mencari teman-teman sehobi.
3.    Saya dan ubay pun jadi hepi karena punya tukang foto gratis hehehe
Teman-teman yang ingin memberikan hadiah untuk orang tersayang bisa juga mencari di Elevenia loh. Beragam kategori barang pilihan tersedia. Tinggal Klik, Cari, Hepi. Beneran Hepi kalau bisa memberikan hadiah istimewa untuk orang-orang tersayang.


1.    Kalau masih bingung buka aja homepage elevenia.co.id atau download aplikasinya
2.    Buatlah akun di elevenia, lalu login
3.    Pilih kategori yang diinginkan atau bisa menggunakan kolom search
4.    Klik barang yang diinginkan dan jika sudah pas lakukan lah pembayaran


Mudahnya belanja di elevenia bisa juga dilihat caranya disini http://www.elevenia.co.id/static/how-to-buy/register-desktop.do

Itu Hadiah Istimewa Impian Saya untuk si Dia! Kalau kamu?



Yuk temukan di Elevenia. Tinggal Klik, Cari dan Hepi.


22

Tuesday, 4 April 2017

Menempel : Belajar Bentuk dan Warna


Menempel merupakan salah satu kegiatan belajar melalui bermain yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Saya ingat sewaktu mengajar di PAUD memperkenalkan beragam bentuk dan warna menjadi menarik dan menyenangkan dengan kegiatan menempel kan kertas yang sudah diwarnai dan digunting. Hasil yang dicapai pun jauh lebih memuaskan dibandingkan mencekoki anak dengan ceramah geometri yang membosankan.

Baca Juga : Mainan Edukatif dari Kardus

Bukan hanya belajar bentuk, banyak kegiatan kreatif lainnya yang bisa kita kembangkan hanya dengan tema dasar menempel. Memperkenalkan beragam jenis buah, hewan, anggota tubuh hingga abjad dan hijaiyah. Permainan edukatif ini bisa dilakukan oleh anak balita sekalipun, tentunya dengan pengawasan orang tua atau orang dewasa disampingnya.

Seperti yang saya lakukan hari ini bersama Ubay. Di usianya yang menginjak 2 tahun 5 bulan Ubay mulai tertarik untuk mengetahui banyak hal. Ia cepat menangkap apa yang sudah diajarkan walau masih lemah dalam pengucapan kata. Tapi bagi saya setiap anak punya proses yang berbeda-beda, tinggal kita sebagai orang tua yang harus bersabar dan terus mendampinginya dalam proses belajar.

Sebenarnya hari ini Ubay masih belum pulih dari sakitnya. Awalnya dia demam, batuk dan pilek. Setelah sembuh, malah lidahnya tergigit saat makan yang mengakibatkan sariawan. Ujung-ujungnya dia lemas karena ogah makan. Tapi yang namanya anak-anak walaupun sakit tetap tidak mau disuruh istirahat terus. Seperti biasa Ubay seringkali bosan dengan permainan yang itu-itu saja.

Baca Juga : Bermain dengan Beras Warna

Selepas menghias kue dan memasak. Pukul 10 adalah waktunya saya dan Ubay. Bermain lego dan membaca sudah, main mobil-mobilan sudah. Dia kebingungan mau main apa lagi. Akhirnya saya mengajaknya untuk mem-print beberapa bentuk gambar dalam dua kertas. Yang satu hanya outlinenya saja, yang satu dengan warna yang utuh.


Bunda juga bisa mencobanya kok dirumah. Alat dan bahannya sangat mudah hanya kertas, gunting dan lem. Berikut prosesnya:
1.    Print out berbagai bentuk gambar yang diwarnai (1 kertas hanya outlinenya saja yang berwarna, satu lagi dengan warna full). Bunda juga bisa menggantinya dengan kertas origami untuk mendapatkan hasil yang lebih menarik.
2.    Gunting gambar di kertas dengan warna yang utuh
3.    Minta anak untuk menempel bagian kertas yang sudah dipotong dan temukan gambar dan warna yang sama. (bisa menggunakan lidi atau cottonbud, tapi anak saya malah maunya mengambil lem langsung dengan jarinya hehee)


4.    Apresiasi dengan tepuk tangan atau pujian jika ia berhasil menempel di gambar yang tepat.
5.    Bantu si kecil jika ia kebingungan.
6.    Jangan lupa untuk mencuci tangannya setelah melakukan kegiatan belajar.

Bagaimana dengan hasil Ubay? Alhamdulillah dia bisa menempel keseluruhan gambar dengan tepat, walau beberapa bagian penempatan nya tidak rapi. Hehee... Saya hanya ikut serta dalam menggunting. Yang menaruh lem dia sendiri.

mukanya lemes tapi masih semangat belajar


Bagaimana mudah bukan? Menyenangkan juga. Jika anak meminta, bunda bisa mengulangi lagi permainan dengan bentuk yang lain. Ohya sembari menempel, ajak anak mengenal bentuk dan warnanya ya. ^_^

Semoga bermanfaat
17

Saturday, 1 April 2017


“Apa sih barang impian kamu?” kalau ada yang nanya begitu, maka saya akan memberikan rentetan list panjang tentang barang yang diinginkan. Banyak barang impian yang hingga sekarang belum bisa saya beli dan miliki.

Sebenarnya sih sudah menabung untuk membeli ini itu, tapi ya namanya sudah berkeluarga dan punya anak, banyak hal yang kadang membuat saya harus menunda dan memilih memproritaskan kepentingan keluarga dibandingkan keinginan pribadi. Saya mah jadi tahu sebegitunya perjuangan Ibu saya dulu menahan nafsu untuk membeli barang yang disukainya supaya anak-anaknya bisa makan enak dan pakai baju bagus. Hiks jadi sedih kalo ingat Ibu saya dulu jarang banget beli baju bahkan pakaian dalam. “Sayang uangnya, lebih baik ditabung untuk biaya sekolah.” Seringkali itu jawaban Ibu yang baru saya mengerti seutuhnya setelah jadi seorang Ibu.

Wahh kok jadi melow begini yah hehee... yuhu dari pada melow mendingan saya berandai-andai jika ada orang yang dengan baik hati mengabulkan salah satu barang impian saya. Emangnya ada? Ada aja lah. Kali ini ShopBack akan dengan senang hati mengabulkan permintaan barang impian yang selama ini kita incer. Nah siapa tahu kan saya 15 orang yang beruntung. Hihii...

ShopBack bukan Pak Jin yang keluar dari lampu ajaib  saat kamu gosok ya hehe... Shopback ini adalah cara baru, cerdas dan hemat dalam berbelanja online di Indonesia.
ShopBack merupakan situs dimana kamu bisa mencari dan mendapatkan penawaran & diskon menarik dari sekitar 300 toko, plus Cashback! Ya, is really getting cash back. Artinya sebagian uang kamu akan balik lagi kalo belanja melalui Shopback. Besaran cashbacknya pun beragam tergantung penawaran masing-masing toko. Wow, belanja jadi menyenangkan ya dengan Shopback.

Nah aji mumpung Shopback lagi berbaik hati dengan mengabulkan permintaan dengan maksimal harga sejuta, berikut beberapa barang impian saya yang semoga salah satunya dikabulkan oleh Shopback.

Xiaomi Redmi 2 Smartphone (Rp. 999.000)


Sebenarnya saya sudah punya smartphone untuk aktifitas online saya. Tapi baru-baru ini smartphone saya suka lemot dan baterainya cepat banget habis. Belum setengah jam diisi full, tuh hape dah ngedrop lagi. Jadi setiap saat harus ngecharge. Belum lagi harus menghadapi teman-teman yang bete karena saya lambat membalas pesan atau tidak mengangkat telepon karena baterai handphone yang selalu low. Pengen banget punya smartphone cadangan setidaknya untuk aktifitas nelepon ataupun sms. Nggak perlu yang terlalu mahal. Pilihan saya jatuh ke Xiaomi redmi 2 karena melihat adik saya pernah menggunakan merek xiaomi lumayan awet dan bagus spesifikasinya. Harganya juga terjangkau. Jika berbelanja di https://www.shopback.co.id/blibli saya lihat harganya Rp.999.000 dari harga awal Rp. 1.300.000 . Nah kalo belinya di shopback selain dapat diskon juga akan mendapatkan cashback. Wow... mau banget...

Mayaka Panggangan Elektrik (Rp. 725.000)



Semenjak jadi istri saya jadi hobi belajar masak. Padahal dulu mah masak air saja gosong hihii... Hobi masak semakin berkembang setelah kelahiran anak pertama saya Ubay. Ternyata nggak mudah jadi ibu muda, banyak banget tantangannya termasuk urusan makanan. Ubay tipe anak yang suka bosan dengan masakan yang itu-itu saja. Bahkan kalau paginya makan sup, siangnya dia sering ogah makan sup lagi. Saya sering kehabisan ide. Inginnya bisa masak aneka makanan dengan dipanggang atau dibakar untuk menambah citarasa pada masakan. Namun saya suka males harus berjibaku dengan arang dan api yang asapnya nggak kuat deh. Jadi dah lama banget mengidamkan sebuah panggangan elektrik yang mudah dan praktis digunakan. Saya pun bisa memanggang makanan di dalam rumah. Termasuk kalau ada acara bareng teman kan nggak repot kipas-kipas hehe... bisa buat Sate, Steak, atau Barbeque bareng keluarga. Siapa tahu saya jadi tambah rajin masak dengan hadirnya si panggangan listrik ehhe...

Setelah saya cari-cari ada Mayaka Panggangan Elektrik yang lagi diskon 27% di Lazada loh. Harga aslinya 990.000, harga diskon jadi 725.000. wih jadi murah ya.  Semoga nggak lama lagi bisa punya panggangan ini ^_^

Lego Classic Creative Bricks (Rp. 850.000)


Barang impian saya selanjutnya adalah Lego Classic Creative Bricks. Sebenarnya ini adalah barang impian yang ingin saya belikan untuk anak lelaki tercinta si Ubay hihii... Saya tahu dia suka banget main Lego. Kalau sudah main lego dia jadi serius dan fokus. Banyak keterampilan yang didapatkan dengan mainan edukatif ini. Selain melatih motorik, anak-anak juga diajak berimajinasi. Selama ini saya baru bisa membelikannya lego biasa. Berharap punya rejeki membelikan Lego Classic Creative Bricks yang terdiri dari 484 pcs. Kebayang deh senang dan sumringahnya kalau dapat barang ini. Kebetulan di Lazada https://www.shopback.co.id/lazada lagi diskon jadi harganya hanya Rp. 850.000. Shopback bantuin saya donk untuk nyenengi anak hihii...

Nah kesemua barang impian itu bisa saya beli melalui Shopback! Kenapa harus melalui shopback karena tentunya akan dapat cashback dibanding kamu langsung belanja ke toko yang diinginkan
.

Untuk berbelanja di shopback kita hanya perlu mendaftar dan Cara mendaftarnya mudah sekali, kunjungi https://www.shopback.co.id dan buatlah akun disana. Lalu klik toko online dimana kita akan berbelanja. Mulailah belanja seperti biasanya, dan setelah membeli cashback akan masuk otomatis di akun ShopBack kita. Untuk dapat diuangkan cashback akan diakumulasikan hingga mencapai Rp.50.000 . lihat video dibawah ini deh biar lebih jelas.


Nah bagi teman-teman yang tak bisa menggunakan laptop atau sibuk, ShopBack juga punya aplikasi di Google Play Store. Tinggal cari di Google Play Store dengan kata kunci “shopback” download dan bagi penggunanya akan mendapatkan promo eksklusif. Semakin banyak belanja semakin banyak cashback yang akan kalian dapatkan loh ^_^

Punya barang impian juga? Yuk tulis apa barang impian kamu. Siapa tahu Shopback berbaik hati mengabulkan permintaan kamu ^_^
19

Wednesday, 29 March 2017

 
Blogger Bengkulu walaupun belum lama berdiri alhamdulillah makin aktif mengadakan pertemuan rutin setiap bulannya. Di hari minggu setiap akhir bulan, Blogger Bengkulu mengadakan acara Kopdar Blogger Bengkulu yang tentunya bukanlah kopdar biasa. Ada ilmu yang dibagikan oleh teman-teman sesama blogger, intinya bukan masalah siapa yang lebih senior sih, tapi lebih ke saling berbagi. yang punya ilmu atau yang tahu lebih dahulu bisa mengajarkan ke teman-teman yang ingin belajar ngeblog.


Pencapaian Blogger Bengkulu sangat membahagiakan. Banyak akhirnya yang tertarik bergabung dalam acara kopdar untuk belajar ngeblog ataupun bergabung di grup facebook Blogger Bengkulu. kedepannya publikasi blogger bengkulu akan di tuliskan dalam blog yang dikelola oleh Pengurus.


Kopdar BoBe (Blogger Bengkulu) ke delapan diadakan di salah satu tempat makan kekinian di Bengkulu yaitu Papuk Mamuk 26 Maret 2017. Sebelumnya kita mengadakan kopdar di Rakyat Bengkulu, Bengkulu Ekspress dan tempat rumah teman-teman Bobe. Kopdar kali ini menjadi lebih seru karena selain belajar ngeblog kita juga disajikan makanan dan minuman dari papuk mamuk.



Untuk pembahasan di acara kopdar ada Piter dan Aang yang berbagi ilmu mengenai foto dan video untuk blog. Mereka berdua statusnya masih mahasiswa di UMB (Universitas Muhammadiyah Bengkulu), tapi ilmu ngeblognya patut diacungi jempol. lah saya seumuran mereka taunya cuma curhat gaje di blog hihii... *sekarang juga sih...

Piter memberikan beberapa tips pengambilan gambar untuk mendukung konten blog. Nggak bisa dipungkiri loh, gambar menjadikan tulisan blog lebih berwarna, lebih menarik dan kata banyak orang untuk menghindari asumsi tulisan kita itu hoax hehe...

Aang pun menyajikan materi yang tak kalah menarik khususnya dalam proses pembuatan video. Tak banyak blogger yang mampu membuat video menarik untuk konten blog. jadi Aang mengajarkan bagaimana membuat video, memberikan beberapa aplikasi editing video sederhana hingga proses upload di youtube juga bagaimana meletakkannya di dalam blog.

Hasil dari kopdar ini diharapkan teman-teman Bobe bisa membuat blognya menjadi lebih bervariasi dengan tambahan foto dan video. ^_^ Btw makasih ya Piter dan Aang ilmunya...

Selain acara kopdar yangs seru, Papuk mamuk sebagai lokasi kopdar kali ini sedikit menyita perhatian saya. Papuk Mamuk sendiri beralamat di tengah padang. Dulu sewaktu masih kuliah, tempat ini sering saya datangi sebagai tempat rapat Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) Bengkulu, jadi ya berkesan banget. Rumah Pak Agus (Owner papuk mamuk) ini juga salah satu dosen di UNIB. Karena jiwa seni dan sejarah pada dirinya sangat kental, tak pelak Papuk Mamuk pun menggambarkan ekspresi dirinya *menurut saya.


Di berbagai sisi cafe ada pajangan benda-benda seni seperti sepeda ontel tua, biola, topi tentara hingga ukiran doodle art di sepanjang lokasi cafe. Untuk harga pun tergolong murah untuk ukuran cafe kekinian. Nasi goreng dan jus yang disajikan pun rasanya enak dan pas.
 

Nah yang mau coba silahkan aja ke Papuk Mamuknya hehee... Semoga teman-teman Blogger Bengkulu beruntung menang Kuis Live Event Kopdar Blogger Bengkulu Maret 2017 dan dapat voucher makan di papuk Mamuk ^_^

Yang mau bergabung digrup silahkan di grup FB ya :
follow juga Instagram @bloggerbengkulu
dan twitter @bloggerbengkulu
6

Monday, 27 March 2017

Assalammualaikum wr.wrb
Hai semua masak apa hari ini?
Saya dan Ubay lagi sakit, batuk pilek dah beberapa hari nggak kunjung sembuh. Nafsu makan Ubay pun menurun drastis, jadi bingung mau masakin apa. Pengennya yang simple karena saya pengen banyak istirahat biar pulih. Berabe banget lagi LDRan sama suami sakit begini hiks...



Telur Bumbu Kecap jadi pilihan menu masakan hari ini. Buat nya simple dan nggak lama kok. Rasanya juga enak, jadi pilihan kalau bosan mengolah telur jadi sambal goreng atau telur ceplok hehe... Biasanya anak-anak suka karena rasanya mirip-mirip sama semur. Teman-teman bisa menambahkan kentang, tahu  atau tempe. Pokoke sesuai selera. Berhubung tempe goreng yang saya goreng semalam nggak habis, jadi sekalian saja dicemplungin dalam telur bumbu kecap.

Nah yang ingin mencoba di rumah. Ini resep Telur Bumbu Kecap

Bahan-Bahan
5 Butir Telur Ayam
1 lembar daun salam
1 ruang jari lengkuas
4 sdm kecap manis
1 sdt kecap asin
1 sdt gula palem
garam secukupunya
minyak goreng secukupnya
bawang goreng secukupnya

Bumbu Halus
2 siung bawang putih
4 siung bawang merah
1 butir kemiri
1 ruas jahe
1/2 sdt merica
1/2 sdt ketumbar
1/4 sdt jintan

Cara Membuat
1. Rebus telur hingga matang, kupas kuitnya lalu sisihkan. Telur bisa digoreng sebentar atau tidak digoreng
2. Panaskan minyak diwajan lalu tumis bumbu halus
3. Masukkan lengkuas yang yang sudah dimemarkan dan daun salam. Tumis hingga wangi
4. Masukkan telur dan aduk
5. Tambahkan kecap manis, kecap asin, gula palem, garam dan 1 gelas air. Aduk rata dan masak hingga kuah mengental. Tes rasa, jika kurang bisa tambahkan garam sesuai selera
6. Setelah dirasa kuah cukup kental, matikan kompor dan taburkan dengan bawang goreng



Selamat mencoba ^_^



8

BoBe (Blogger Bengkulu)

BoBe (Blogger Bengkulu)

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Qerja.Com

Join Now

IBX583D9D392DC6B

Kumpulan Emak Blogger

Kumpulan Emak Blogger