Waspadai Demam Berdarah pada Anak

by - 11/16/2016


Demam berdarah masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Penyakit ini tergolong berbahaya karena telah memakan banyak korban. Saya sempat cemas saat banyak berita tentang mulai tingginya jumlah pasien demam berdarah, apalagi belum lama ini anak seorang teman diketahui meninggal karena lambatnya penanganan demam berdarah. Dinas Kesehatan pun bertindak cepat jika ada kasus DBD yang terjadi di suatu daerah, penyemprotan pun langsung di lakukan guna mencegah lebih banyak korban.

Sejak mempunyai anak saya berusaha ekstra waspada dan hati-hati dengan penyakit DBD. Kita yang dewasa saja bisa KO, apalagi anak kecil yang kondisi tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Saat anak saya Ubay berumur 1,5 tahun ia tiba-tiba panas tinggi di malam hari disertai muntah dan diare. Urat kepala Ubay juga tampak di sebelah kanan seperti sakit kepala. Yang anehnya keesokan harinya panasnya turun dan kembali demam di malam harinya. Benaran saya jadi cemas, segera saja di bawa ke puskesmas terdekat. Namun panasnya tak juga turun bahkan saat saya sudah ke bidan tempat biasa Ubay berobat. Akhirnya saya membawa Ubay ke klinik yang ada dokter anaknya.

Awalnya dokter memeriksa kondisi tubuh Ubay dan diagnosa awal karena masuk angin jadi diare dan panas. Namun dokter menyarankan Ubay untuk tes darah, karena demamnya tergolong tinggi dan disertai gejala yang kemungkinan adalah Demam Berdarah atau Malaria. Jika memang positif maka akan dilakukan penanganan yang lebih intensif. Duh, saya deg-degan cemas. Berharap Ubay Negatif DBD atau Malarianya.

Bersyukur banget ternyata hasil tes darahnya negatif, Ubay hanya diberi oralit, obat pencernaan dan penurun panas. Dokter juga memberikan beberapa saran ke saya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan anak karena sekarang penyakit sangat mudah datang terutama pada bayi dan balita. Khusus Demam Berdarah ternyata sekarang tidak selalu ditandai dengan bintik merah dan demam selama beberapa hari. Jadi memang harus ekstra tanggap jika terlihat perubahan kondisi tubuh. Jika tidak ada perubahan yang berarti saat diberi obat biasa, segera bawa ke dokter. saya setuju banget kalo penyakit jangan diabaikan, apalagi yang fakir ilmu dalam hal kesehatan seperti saya, ditambah lagi baru jadi mamah muda yang minim pengalaman. Harus banyak belajar nih!


Oh ya, JFI Demam Berdarah itu ternyata penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Nah, wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia ini termasuk wilayah endemis dan kasus DBD di Indonesia pernah menjadi Kejadian Luar Biasa di tahun 1998 dengan kejadian 35 per 100.000 penduduk.

Agar bisa mewaspadai demam berdarah yang bisa menyebabkan kematian ini, kita perlu tahu gejala yang menyertai Demam Berdarah. Biasanya dimulai dengan naiknya suhu tubuh secara mendadak dengan wajah panas dan memerah selama 2-7 hari. Suhu tubuh bisa mendadak turun dan naik kembali dan bisa menyebabkan syok. Ada juga bintik-bintik merah kecil pada kulit yang merupakan pendarahan bawah kulit. Selain itu ada beberapa gejala yang harus diwaspadai
Nyeri pada perut
Pendarahan pada hidung, mulut, gusi dan kulit
Sering muntah dan kadang disertai darah
Dehidrasi 
Gelisah 
Pucat, dan kulit teraba dingin
Nyeri di belakang mata, otot, kepala dan persendian
Anak-anak biasanya tidak nafsu makan dan gatal diseluruh tubuh

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Tidak ada vaksin untuk mencegah demam berdarah, cara terbaik untuk melindungi anak terkena Demam Berdarah adalah mengurangi kemungkinan nyamuk Aedes menggigit anak kita. Ciri-ciri nyamuk Aedes adalah tubuhnya belang-belang, ketika menggigit tidak nungging, juga aktif di jam pagi 08-11 dan siang serta sore hari 14-17

Tindakan pencegahan yang biasanya saya lakukan ke Ubay seperti 
1. menggunakan minyak telon yang ada anti nyamuknya jadi dia lebih aman jika bermain di luar
2. jika memungkinkan anak-anak memakai kemeja dan lengan panjang ketika keluar
3. gunakan kelambu, *karena cuaca di tempat saya panas, jadi saya tidak menggunakan kelambu, tetapi memastikan tidak ada nyamuk di kamar.
4. Jangan beri kesempatan nyamuk berkembang biak seperti genangan air. Rajinlah menguras bak mandi agar nyamuk tidak bertelur disana. 
5. Bersama-sama warga bergotong royong memberishkan lingkungan, selokan dan sampah, 
6. Meminta dinas kesehatan atau pihak berwenang melakukan fogging secara rutin  untuk membasmi sarang nyamuk

Dan terakhir jika terdapat gejala demam berdarah, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan sampai kelalaian kita berakibat fatal bagi keluarga tercinta.

Semoga bermanfaat dan semoga sehat selalu



You May Also Like

18 komentar

  1. Waduh, kasihan si adik kecilnya. Kalau nggak salah, nyamuk aedes kan adanya pas pagi, ya? Di sini pas pagi banyak banget nyamuknya.

    ReplyDelete
  2. aww dedeknya lucuuu :) kasian tapi lagi sakit :( cepet sembuh adek imuut

    http://www.fujichan.net/

    ReplyDelete
  3. Anakku pernah mbak... gak tega ngeliat tangan sama kakinya gantian dipasangi jarum infus ... semoga kita semua selalu diberi kesehatan aamiin...

    ReplyDelete
  4. makasih infonya mba, harus waspada nih kebetulan dekat rumah ada lapangan dan disana banyak banget nyamuknya. anak2 suka main di lapanga..

    ReplyDelete
  5. kompresnya, annasya juga pake, lenih praktis. btw kalo anak demam, kita emaknya juga ikutan demam juga

    ReplyDelete
  6. tetanggaku ada yang anaknya meninggal karena dbd, abis ada laporan kematian gitu biasanya pemerintah baru penanganan misalnya kasih fooging. kalau belum ada yang sakit hanya pencegahan aja kayak kasih sosialisasi 3M, kasih bubuk abate, dll.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  8. Demam berdarah masih menjadi momok di Indonesia..,,, semoga penyakit ini dapat kita minimalisir

    ReplyDelete
  9. ih kasian ya ubay manis....

    lucu banget mbak ubay nya jadi gemes... skrng udah umur brp mbak ?

    ReplyDelete
  10. Demam berdarah tidak hanya membaahayakan anak-anak, tapi juga orang dewasa.
    Mari jaga kesehatan.
    Semoga anaknya sehat kembali.

    salam

    ReplyDelete
  11. Ngerinya, gejala demam berdarah dan typhus hampir serupa. :(

    ReplyDelete
  12. Semoga si kecil terhindar dari Demam Berdarah ya Mbak.. Kalo orang dewasa kan bisa ngeluh ketika sakit, tapi kalo si kecil kadang cuma bisa rewel.. Mari jaga kesehatan.. :)

    ReplyDelete
  13. Memang demam berdarah susah ditebak, Karena ditengah sudah turun dikira sembuh, padahal itu adalah masa yang sangat mengkhawatirkan

    ReplyDelete
  14. Duh dedek, bikin pingin meluk deh mukanya, gemes banget

    Salam,
    Rasya

    ReplyDelete
  15. Sangat bermanfaat Arktikelnya.
    Dirumah banyak nyamuk tapi alhamdulillah tidak ada DB

    ReplyDelete
  16. Sedih sekali pas anakku kena demam berdarah, mba :(

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar ^_^