Aksi 212, Tentang Rasa, Kebaikan dan Keajaiban

by - 12/05/2016


"Mi, abah dah niat kalau berejeki ikut gabung ke Jakarta di aksi bela islam 3, gimana? Ikhlas kan"
Saya nyengir senang

Alhamdulillah ada rejeki untuk akhirnya berangkat ke Jakarta, suami sudah menyiapkan ongkos PP dan konsumsi. Ia berangkat bersama teman2 pengajian di Bengkulu, saya hanya bisa berdoa perjalanan mereka lancar dan aman walaupun sempat deg2an karena di malam harinya beberapa dari mereka didatangi intel dan ditanyai seputar keberangkatan.

aksi super damai 212 benar-benar menggugah hati. Walaupun sebagian orang menganggap sinis aksi ini tak mengapa, karena ini tentang rasa dan panggilan hati. Rasa tak bisa dipaksakan, tapi saya bersyukur kami diberi rasa dan panggilan itu, rasa nyes damai nikmat hingga ke rusuk.
Walau hanya bisa mendapat info lewat media sosial saya bisa merasakan heroiknya perjuangan para mujahid.

Air mata tak bisa henti berlinang menyaksikan kaki2 mujahid ciamis yang berjuang menuju monas, kaki2 yang insyaAllah pun akan menghuni sorga. Shalawat dan zikir dari hati, doa penuh ketulusan tak pernah berbohong, yang melihat yang menyaksikan pasti diliputi haru yang membuncah. Allah saksikanlah mereka mencintaimu, mencintai AlQuran dan mencintai bangsa ini.

Saya kembali diliputi haru ketika suami yang berteduh di sebuah masjid di Jakarta Timur mengatakan mereka tak kekurangan apapun, makanan berlimpah, pengurus masjid sangat ramah, bahkan seorang jamaah yang tak dkkenal memberikan uang 1 juta untuk mereka. Di perjalanan menuju monas kebaikan seperti tumpah ruah, semua berlomba2 mencari simpati Allah, karena Allah harta dihabiskan untuk menjadi bagian dari para mujahid. Mamang ketoprak, bapak penjual roti,bahkan ibu2 sosialita turut ambil bagian, "ambil.. Ambil aja .. Ayo habiskan aja nggak apa2" hanya jarak beberapa meter banyak lagi yang menawarkan makanan yang beraneka ragam.

Saya jadi membandingkan suasana di makkah yang pernah saya liat videonya, saat menjelang berbuka masyarakat berlomba2 menawarkan makanan, sama bukan dengan aksi 212. Bahagia melihatnya, kebaikan dan kebaikan berkumpul, insyaAllah berkah.

Keajaiban pun banyak terjadi saat permintaan secara cepat dikabulkan Allah, cerita suami dia ingin sekali sate, dan saat tiba di masjid ternyata ada sate, begitupun dengan keinginan2 lainnya..
Ketika pulang, banyak bantuan datang pada mereka, eh tiket gratis dan dikasih uang sama jamaah. MasyaAllah jakarta dipenuhi orang2 baik, orang2 yang suka bersedekah, orang2 yang cinta pada Allah dan Alquran,

Terimakasih warga jakarta, semoga Allah lipat gandakan rejeki kalian

Tangis haru saat ustadz arifin ilham beroa membuncah diiringi hujan yang mengguyur, hati teraduk2 penuh harap dan ampunan. Mereka mengetuk pintu langit, pada sang Pemilik Alam Semesta. Allah tak pernah tidur, Allah Maha Mendengar doa jutaan umat yang mencintainya. Kabulkan ya Allah, kabulkan y Allah...

sumber gambar : Republika.co.id
 
212 menjadi saksi
Tentang para mujahid, tentang kebaikan dan keajaiban yang bersatu karena cinta pada Rabbnya
Jika tak sedikitpun hatimu bergeming menyaksikannya, tak mengapa, karena lagi2 ini masalah rasa
Dan untuk kesekian kalinya saya akui, saya bersyukur rasa ini ada,
Bagaimana denganmu?

-ria m fasha
(Ditulis berdasarkan pengalaman suami)

You May Also Like

4 komentar

  1. salut sama teman2 yang datang dari tempat yang jauh, apalagi jalan kaki atau longmarch. kalau semua karena Allah apapun bisa diberikan ya, che. baik harta maupun tenaga.

    ReplyDelete
  2. Demi Tuhan aku merinding bacanya, mbak. Salut. Insya Allah banyak kebaikan tulus di sana, meski ada segelintir kepala yang entah apa tujuannya, lagi-lagi, saluuut.

    Salam,
    Rava.

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar ^_^