Festival Bumi Rafflesia 2018, Memperkenalkan Potensi Provinsi Bengkulu


Bengkulu punya banyak potensi yang unik dan khas. Keanekaragaman potensi sumber daya alam ini hendaknya dimanfaatkan menjadi daya tarik promosi wisata. Sebut saja keindahan Pantai Panjang yang menawarkan eksotisme pesisir yang tidak kalah dengan indahnya pantai Bali. Ada pula makanan khas Bengkulu seperti Pendap, Lokan dan Jeruk Kalamansi dengan rasa unik dan mengangkat kearifan lokal Bengkulu. Semuanya bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat maupun daerah Bengkulu jika dipromosikan dan dikelola dengan baik.

Pariwisata Bengkulu dikenal ditingkat Nasional bahkan Internasional adalah impian semua masyarakat Bengkulu juga pemerintahan. Agenda tahunan pun diadakan untuk meningkatkan citra pariwisata Bengkulu. Salah satunya dalah Festival Bumi Rafflesia 2018. Kegiatan yang diadakan Pemda Perovinsi Bengkulu ini merupakan rangkaian hari jadi Provinsi Bengkulu dan ditargetkan masuk kedalam Top 100 Wonderful Indonesia. Festival Bumi Rafflesia, berlangsung 19 hingga 23 Juli 2018 di Lapangan Sport Center Kota Bengkulu dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya.



Januar Jumalinsyah sebagai Ketua Panitia Pelaksana Festival Bumi Rafflesia 2018 menyampaikan bahwa Festival Bumi Rafflesia tahun ini lebih menitik beratkan kepada potensi budaya dan industri kreatif yang diharapkan menjadi kekuatan berbeda dan bisa meningkatkan daya saing destinasi wisata Bengkulu menuju Visit Wonderful Bengkulu 2020. Tujuannya agar produk Bumi Rafflesia lebih dikenal dengan berbagai potensi yang dimiliki.



Festival Bumi Rafflesia menampilkan pameran berbagai produk andalan Bengkulu, potensi daerah dan potensi investasi dengan mengundang berbagai investor. Berbagai kegiatan juga dilaksanakan memeriahkan Festival Bumi Rafflesia 2018 ini, seperti Festival Kopi, Festival Kuliner, Inafact, Kompetisi Seni Lukis, Pagelaran Seni Budaya, Kampung Besurek, Bengkulu Etnic Music Society, Festival Band, lomba foto kuliner Bengkulu dan Lomba Blog Festival Bumi Rafflesia.

Meriahnya Pembukaan dengan Dol, dan Fashion Show Kain Besurek Bengkulu

Festival  Bumi Rafflesia dibuka oleh Nopian Andusti MT yang mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu, Dr drh H Rohidin Mersyah MM sekitar jam 2 siang. Dalam sambutannya  Sekda Pemprov Bengkulu ini meminta semua pihak untuk saling bersinergi dalam menyukseskan acara festival Bumi Rafflesia, karena festival ini merupakan barometer Provinsi Bengkulu dalam menyongsong Wonderfull Bengkulu 2020.

credit : Media Center Pemprov Bengkulu

Pembukaan Festival Bumi Rafflesia 2018 semakin meriah dengan tabuhan dol yang merupakan alat musik khas Provinsi Bengkulu juga tarian dan fashion show Kain Besurek Bengkulu. Kita bisa melihat bagaimana kain Besurek dapat dikreasikan menjadi berbagai macam model dan desain karnaval di tangan desainer Bengkulu. Semoga Kain Besurek bisa makin dikenal dan dicintai oleh masyarakat.

Festival Kuliner Khas Bengkulu




Sudah pernah makan makanan khas Bengkulu nggak? Atau malah belum pernah mendengar namanya? Nah di event Festival Bumi Rafflesia 2018 ada festival kuliner khas Bengkulu yang menyajikan makanan khas seperti Pendap, Jeruk Kalamansi yang diharapkan bisa go nasional.

Pendap dan Jeruk Kalamansi memang seringkali disebut oleh Plt Gubernur dalam setiap pidatonya. Saya masih ingat beliau mengatakan nikmatnya makan pendap dan segarnya jeruk kalamansi yang kaya akan vitamin C.
Pendap, kuliner khas Bengkulu 

Kedua kuliner ini bisa dikenal hingga ke nasional jika masyarakat dan pemerintah sama-sama mempromosikannya. Setiap instansi pemerintah pun diharapkan bisa menyajikan kuliner khas Bengkulu jika ada tamu dari luar yang datang.



Oya di Festival Bumi RafflesiaAda pula kue- kue bersejarah di antaranya yaitu Kue Pedeh, Lupis, Mitae, Jando Berias, Apam Detar, Lokan- lokan, dan Oncong- oncong.   Pengunjung bisa mengunjungi stand kuliner yang letaknya berdekatan dengan stand festival kopi. Lumayan banyak peminatnya, bahkan saat saya kesana, pendapnya sudah ludes padahal masih siang. Ada pula jajanan seperti es krim durian yang banyak diminati oleh pembeli. Pengenalan kuliner Bengkulu pun semakin meriah dengan diadakannya Lomba Master Chef.

Kopi Bengkulu Mendunia

Salah satu stand festival kopi (credit : instagram @kopigadingcempaka ) 

Bengkulu semakin dikenal dengan kopinya yang enak dan khas. Tak mau melewatkan event begitu saja, Festival Kopi Bengkulu pun menjadi salah satu bintang di kegiatan Festival Bumi Rafflesia 2018. Bisa dikatakan Festival kopi ini sangat sukses karena banyaknya peminat dan pengunjungnya. Setidaknya ada 10 merek/brand kopi local yang berpartisipasi memamerkan produk olahan Kopi Bengkulu. Penggiat kopi ini didominasi oleh enterprenuer muda yang kreatif dan inovatif dalam mengenalkan kopi Bengkulu hingga ke  dunia Internasional. Salah satu diantaranya ada Kopi Gading Cempaka yang sebelumnya sudah pernah saya coba.  Kopi ini merupakan kopi asli Bengkulu yang dipetik dengan kematangan yang pas dan punya rasa yang susah dilupakan.

Pameran kopi lokal yang didominasi jenis robusta diharapkan dapat memasyarakatkan kopi lokal sehingga menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Panita pun mengadakan Dialog Kopi Bengkulu mendunia yang menghadirkan Duta Kopi Indonesia dan barista nasional untuk berbagi informasi tentang kopi. Festival kopi semakin menarik dengan diadakannya lomba Manual Brewing Competition untuk para barista.

Pameran Kain Batik Besurek dan Seni Lukis


Bengkulu juga punya batik. Dalam bahasa daerah Bengkulu, batik ini disebut Besurek yang artinya bersurat. Sebutan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena sebagian motifnya dibuat dengan huruf Kaganga atau huruf asli Bengkulu, dan kaligrafi Arab.Jika dulu Batik Besurek hanya digunakan di upacara adat atau di kegiatan resmi saja. Kini Batik Besurek semakin luas penggunaannya dan makin dikenal oleh masyarakat. Di Festival Bumi Rafflesia ada Kampung Batik Besurek yang memamerkan kain batik dengan berbagai desain dan warna. Pengunjung pun bisa berfoto dengan alat canting dan kain yang belum diwarnai. Pameran Kain Batik Besurek bertambah semarak dengan demo Pembatik Canting yang sangat lihai dan kreatif.



Tak berjauhan dengan Kampung Batik, ada pula pameran Seni Lukis karya pelukis Bengkulu. Kita bisa melihat keanekarageman budaya dan potensi Bengkulu lewat lukisan. Beberapa lukisan sangat popular di foto oleh pengunjung seperti lukisan bunga rafflesia dan penabuh dol.

Stand Pameran Inafact (Investment, Art, Fashion, Craft & Tourism)



Selain pameran kopi lokal dan pameran kuliner khas Bengkulu, festival juga diisi dengan pameran potensi unggulan sumber daya alam serta potensi pariwisata lokal dari 10 kabupaten dan kota di daerah ini. Ada banyak instansi pemintah hingga sekolah dan perguruan tingga yang turut memeriahkan. Festival selama lima hari ini bertujuan mengenalkan potensi pariwisata Bengkulu ke khalayak. Ada 35 stand yang disediakan untuk memamerkan potensi sumber daya alam dan pariwisata daerah, termasuk stand untuk festival kopi.

Instansi dan Denah Stand yang Berpartisipasi di Festival Bumi Rafflesia 2018
Untuk memeriahkan acara, ada pula pertunjukan di sepanjang Festival Bumi Rafflesia yaitu Bengkulu Etnic Music Society dan Lokal Band Bengkulu dan masih banyak acara lainnya. Acara selama lima hari itu meninggalkan banyak kesan bagi masyarakat. Semoga potensi dan kearifan local Bengkulu semakin dikenal oleh banyak orang. Pun pemerintah semakin bersemangat untuk memperbaiki event local serupa agar pengunjung pun semakin banyak, bukan hanya masyarakat lokal tapi juga wisatawan nasional dan Internasional.

Penutupan Festival Bumi Rafflesia resmi ditutup oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Rusdi, Senin 23 Juli di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu. Dalam Penutupan dilakukan pengumuman dan pembagian hadiah kepada pemenang lomba dalam rangka Festival Bumi Rafflesia, diantaranya adalah Stand Terbaik, Lomba Gambar serta Lomba Kopi.

pembagian hadiah saat penutupan (credit: Media Center Pemprov Bengkulu)


Referensi :
Rilis Media Center Pemprov Bengkulu



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Festival Bumi Rafflesia bersama Blogger Bengkulu dan Cari Bengkulu

9 comments

  1. Semoga tahun depan FBRnya lebih semarak ya mba. Bisa jadi daya tarik juga biar orang2 pada semangat pengen main ke Bengkulu ^^

    ReplyDelete
  2. Suami n adik iparku suka bnget pendap. Dalam satu bulan biasanya ad beli pendap. Rasanya emng khas

    ReplyDelete
  3. kayaknya kalau Ze ke sono kemarin bakalan banyak jajan dan cicip-cicip plus foto-foto. konsep pameran tahun ini benar-benar beda

    ReplyDelete
  4. Pengen makan pendap di piring itu

    ReplyDelete
  5. Konsepnya udah lebih bagus dari tahun lalu ya mbak, hehe. Makin terasa seperti festival (bukannya cuma pameran doang)

    ReplyDelete
  6. Waktu festival bumi raflesia, aku paling suka berkunjung ke stand batik barusek. Abis stand nya deket sama stand aku hehehe

    ReplyDelete
  7. Aku mrsa sayang banget karna ngak bsa menyaksikan acara pembukaan ya mbx .Huhuu

    ReplyDelete
  8. Emang seru banget ya kak FESTIVAL BUMI RAFFLESIA kemarin itu
    aku hampir tiap hari datang, kulinernya enak-enak banget

    ReplyDelete
  9. Seru banget euy, cant wait untuk yg tahun depan nya yak.. Hhho

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar ^_^