Top Social

Wednesday, 13 February 2019

Cara Aman Bertransaksi Non Tunai


Bertransaksi di semua Bank di Indonesia saat ini semakin mudah karena bisa diakses secara online menggunakan jaringan internet. Layanan perbankan online pun memudahkan kita untuk melakukan pembayaran dimanapun dan kapanpun selama terhubung dengan akses internet. Namun kemajuan teknologi ini diikuti oleh banyaknya tindak kejahatan yang membuat kita harus berhati-hati agar dana dan data yang dimiliki tidak dirampas oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Baru-baru ini kasus nasabah yang kehilangan dana di dalam rekening secara otomatis cukup menyita perhatian. Bagaimana mungkin uang di rekening bank bisa berkurang tanpa adanya transaksi? Selain itu ada pula penipuan bermodus penggantian PIN hingga pencurian PIN kartu kredit atau kartu debit saat bertransaksi di toko/merchant. 


Saya pun pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan saat bertransaksi online. Jadi ceritanya pernah transaksi menggunakan internet banking untuk membayar barang yang dipesan melalui salah satu toko online, lalu tak sengaja di keterangan transaksi saya malah menuliskan username internet banking. Saat itu saya tidak menyadari hingga ada pemberitahuan di email kalau seseorang sudah mengganti PIN internet banking. Karena merasa tidak pernah mengganti PIN, saya langsung cek dan internet banking saya tidak bisa dibuka lagi. Awalnya sih panik, tapi saya nggak hilang akal. Saya menelpon call center bank untuk meminta bantuan. Ternyata benar bahwa PIN itu sudah diganti, oleh pihak bank internet banking saya sudah direset dan Alhamdulillah dananya belum sempat berkurang.

Saya masih beruntung karena tidak mengalami kerugian, ada banyak nasabah di luar sana yang kehilangan dana di tabungannya secara tiba-tiba. Dengan banyaknya kasus kerugian nasabah yang terjadi kita perlu lebih waspada dan peduli dengan keamanan transaksi. Jangan sampai suatu saat kerugian itu menimpa diri kita sendiri. Berikut tindak kejahatan yang perlu kita waspadai.

1. Malware

Malware (Malicious Software) adalah suatu program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer. Malware dapat menginfeksi banyak komputer dengan masuk melalui email, download internet, atau program yang terinfeksi. Malware bisa menyebabkan kerusakan pada sistem komputer dan pencurian data / informasi. Malware tidak bersarang di website bank, namun di browser nasabah.  

2. Phising

Phising adalah suatu metode untuk melakukan penipuan dengan mengelabui target dengan maksud untuk mencuri akun target. Phising biasanya sering digunakan pada email, dimana penyebaran melalui email ini dilakukan untuk memberikan informasi yang mengarah ke halaman palsu untuk maksud menjebak korban. Phising banyak memakan korban di sektor social media. 

3. Skimming

Ini adalah tindakan pencurian informasi kartu debit atau kredit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu debit atau kredit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban. Teknik skimming dilakukan dengan cara menggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer. Sejak banyak kejadian itu, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan agar kartu ATM agar dilengkapi dengan chip dan tak lagi menggunakan pita magnetik.

4. Pembajakan SIM Card

Modus satu ini juga sering terjadi, pelaku biasanya akan mendatangi gerai atau graham untuk mendapatkan simcard dengan identitas palsu. Lalu ia menelpon call center bank untuk mereset password internet banking. Pelaku akhirnya bisa bertransaksi menggunakan account korban dan dapat menerima OTP dengan sim card.

Cara Aman Bertransaksi Non Tunai

Alat pembayaran non tunai adalah pembayaran dengan menggunakan kartu dan (APMK) dan uang elektronik. Supaya transaksi kita berjalan lancar dan aman, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam menggunakan pembayaran non tunai. 

Anjungan Tunai Mandiri (ATM)


ATM merupakan salah satu layanan perbankan yang digunakan hampir oleh seluruh nasabah. Lebih dari 50% transaksi perbankan menggunakan layanan ATM online 24 jam. Sebagai nasabah yang cerdas, saat bertransaksi menggunakan ATM periksalah apakah ada kejanggalan pada ATM yang kita pakai. Misalnya terpasang benda aneh yang tidak biasanya ada di ATM seperti modus skimming (kejahatan pencurian data nasabah.

Gantilah pin secara berkala dengan kombinasi angka yang tidak mudah ditebak dan unik supaya aman. Lebih baik hafalkan pin dan hindari ditulis di kertas atau ponsel yang mudah ditemukan orang lain. Saat bertransaksi menggunakan mesin ATM tutup keypad dengan tangan atau gunakan ATM  yang sudah ada keypad cover.

Jangan pernah memberikan password atau data internet banking kepada siapapun demi keamanan datanya. Jika terjadi sesuatu, segera informasikan kepada bank. Password atau PIN dan kontak harus segera diganti.

Internet Banking


Di antara banyak mode transaksi, internet banking termasuk mudah dan relative aman. Namun ada juga kasus seperti saya yang ga sengaja ngasih username. Jangan sampai ceroboh kayak saya ya. Ada pula sinkronisasi token yang menyerang dua bank besar nasional namun bisa diantisipasi dengan sosialisasi gencar sistem pencegahan dan update token yang memberikan kode otentifikasi final secara acak.

Nah yang penting kita ingat adalah jangan deh menggunakan akses WiFi tanpa jaminan keamanan walaupun biasanya layanan tersebut gratis untuk melakukan transaksi internet banking. Tau nggak sih beberapa penyedia jasa WiFi gratis dapat mengetahui apa yang kita buka dan ketik di laptop. Dianjurkan untuk menggunakan komputer pribadi dengan jaringan internet pribadi untuk transaksi perbankan.

Selalu cek alamat situs internet banking, jika dirasa ada yang aneh segera hubungi call center. Pastikan setelah transaksi  log out dari browser secara benar. Jika sudah log in ke rekening bank melalui internet banking, jangan lupa untuk log out ketika mengakhiri transaksi tersebut. Hapus semua history atau sejarah browser untuk memastikan transaksi lebih aman. Dengan cara ini nasabah akan lebih aman menyimpan semua rincian internet banking dan informasi yang bersifat pribadi, serta tidak perlu khawatir data akan dicuri orang yang tidak bertanggung jawab.

Kartu Kredit dan Debet


Kartu kredit dan Debet banyak digunakan karena kemudahan bertransaksi dan sering jadi target para peretas di internet. Apalagi jika kartu kredit sering digunakan untuk belanja online.

Sebelum menggunakan kartu kredit, pilihlah toko online maupun merchant yang dipercaya. Jika menggunakan nya secara langsung di merchant, lihatlah kasir atau pegawai menggesek kartu untuk menghindari terjadi gesek ulang atau pembayaran lebih dari satu kali. Pastikan juga CSC (Card Security Code) kita tidak dicatat oleh orang lain. Begitupun dengan kartu debet, bijaklah menggunakannya. Cek apakah dana tersedia saat ingin melakukan pembayaran.

Setelah melakukan transaksi simpan bukti pembayaran dan pastikan mengambil kartu kredit dan debet serta bukti pembayaran. Saat tagihan, pastikan juga bahwa jumlah transaksi sesuai dengan jumlah tagihan. 

Uang elektronik


Nah, selain pembayaran non tunai di atas sekarang yang sedang popular adalah uang elektronik. Biasanya uang elektronik ini bisa digunakan untuk membayar berbagai keperluan dengan banyak penawaran yang menguntungkan. Uang elektronik berbentuk saldo yang bisa di isi ulang. Agar bisa aman bertransaksi menggunakan uang elektronik ,selalu cek saldo nilai uang kalian secara berkala untuk memastikan tidak terjadi pendebetan melebihi transaksi . 

Sadari bahwa uang elektronik sama dengan uang tunai, jadi jika terjadi kehilangan segera lapurkan ke call center bank penerbit uang elektronik . 

Oya, setelah mengetahui cara aman bertransaksi namun masih ada masalah yang belum bisa dipecahkan. Kita bisa mengajukan pengaduan ke Perlindungan Kosumen Jasa Sistem Pembayaran. Ini adalah upaya menjamin adanya kepastian hukum dan member perlindungan konsumen Jasa Sistem Pembayaran.  Pengaduan secara lisan bisa menghubungi Contact Center BICARA 131 atau pengaduan tertulis bisa ke email bicara@bi.go.id 

Yuk bijak dalam bertransaksi agar pembayaran jadi lancar dan aman!

17 comments on "Cara Aman Bertransaksi Non Tunai"
  1. Wah infonya sangat bermanfaat nih. Terima kasih banyak Kak.

    ReplyDelete
  2. Wah dulu kalau soal begini aku dulu ndeso banget. Enggak ngerti apa-apa, haha.

    ReplyDelete
  3. Wah informasinya sangat membantu ini. Terima kasih.

    ReplyDelete
  4. Aku paling suka kalau pakai Internet Banking, hehe.

    ReplyDelete
  5. Iya. Apalagi sekarang banyak penipuan soal begitu.

    ReplyDelete
  6. Kejahatan bisa terjadi secanggih apapun teknologi nya ya. Maling lebih pintar dari polisi selalu saja sering terjadi demi mendapat penghasilan meski tidak halal

    Tips dan informasi yang sangat bermanfaat. Semoga kita terus waspada dan hati-hati sehingga terhindar dari kejahatan transaksi non tunai yg secara kasat mata tidak kita ketahui langsung

    ReplyDelete
  7. Duh aku paling jarang cek sisa uang di dompet maupun digital. Jadi suka deg2an sih teledor banget.

    Pernah dong beli makanan bayar pake cash, habis itu aku diajak ngomong anakku, trus kembalian asal kulipet aja masuk dompet. Pas mau belanja popok nyadar, kembaliannya kurang 30rb :))))) duh mau balik pasti dikira nipu. Jadi ikhlaskan.

    Semenjak itu cashless aja

    ReplyDelete
  8. salah satu cara saya bertransaksi dengan aman tuh nggak pake wifi umum kalo transaksi internet banking.. cuman pake inetan dari hape sendiri

    ReplyDelete
  9. ternyata kalau di internet banking harus kita hapus yaa historynya, baru tau loh aku kaak ria ;D

    ReplyDelete
  10. Bener banget mba kadang kelupaan tuh kalo uang elektronik sebenarnya sama dengan uang tunai untuk valuenya. Tapi karna bentuknya dalam fisik sebuah kartu kadang memang lebih rada cuek :)

    ReplyDelete
  11. Nice info, zaman sekarang emang pastinya banyak melakukan transaksi non tunai dalam keseharian, keamanan jadi hal yang harus diperhatikan biar ga kena hack atau semacamnya

    ReplyDelete
  12. Wah bener banget ini
    Memang sih tampak mudah dan menyenangkan bertransaksi hanya dengan ujung jari di keyboard smartpjone atau laptop, tapi ternyata resiko data yang terbuka juga cukup besar ya. Makasi tipsnya mbak, membuat saya diingatkan untuk lebih berhati-hati

    ReplyDelete
  13. Mbak saya horor banget membaca PIN internet banking kita diganti orang. Jadi memang harus berhati-hati ya kalau menggunakan banking online. Untung ya Mbak saldo masih utuh. Saya sampai nahan napas tadi membacanya. Soalnya sehari-hari menggunakan internet banking untuk segala transaksi bisnis kami

    ReplyDelete
  14. Transaksi soal uang memang harus jati-hati, waspada selalu terutama pada virus malware yang nggak jelas jangan di klik

    ReplyDelete
  15. Ya..Allah serem banget yg kejahatan perbankan via daring. Yg ada sebagai nasabah jadi was-was. Saya sebisa mungkin utk transaksi ebanking pake data selluller.sendiri

    ReplyDelete
  16. Baru tahu aku kalau pengaduan bisa secara lisan dengan menghubungi Contact Center BICARA 131 atau pengaduan tertulis bisa ke email bicara@bi.go.id
    Suamiku punya pengalaman kena skimming. Jadi saat kami tinggal 2 tahun di Amerika, tiba-tiba ada tagihan 2 juta di kartu kreditnya. Padahal selama di sana enggak pernah dipakai. Hanya untuk pembayaran reguler KPR yang di indonesia saja. Transaksi di sana..untuk beli pizza, belanja, dll. Langsung telpon ke bank di Indonesia dan proses agak lama karena kami berada di sana. Lalu diblokir sampai kami balik diaktifin lagi.

    ReplyDelete
  17. Saya lebih suka cashless dan transaksi non tunai lainnya. Tetapi, memang harus berhati-hati. Semoga kita semua dijauhkan dari kejadian seperti itu

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar ^_^