Revolusi Industri 4.0, Siapkah Kita Menghadapinya?



Revolusi Industi 4.0 telah gencar disosialisasikan oleh pemerintah Indonesia. Sebenarnya apa sih revolusi industri 4.0 itu? Pasti kalian sering mendengarnya sering diperbincangkan bahkan diperdebatkan bukan baru-baru ini?

Sebelum kita membahas mengenai revolusi industri 4.0, ada baiknya kita mengetahui sejarah bagaimana revolusi industri ini dimulai. Awalnya revolusi industri 1.0  terjadi pada tahun 1750-1850 dan mulai berkembang setelah ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769. Ini menjadi titik awal perubahan Industri secara besar-besaran, yang menggeser pemanfaatan tenaga manusia dan hewan dalam memproduksi dan mendistribusikan barang. Selanjutnya revolusi industry 2.0 dimulai pada tahun 1870 yang merupakan awal Perang Dunia I, lalu muncullah penggunaan mesin produk masal tenaga listrik/ BBM yang memicu penemuan-penemuan alat komunikasi seperti pesawat telepon dan alat-alat transportasi seperti mobil, pesawat terbang, dan lain sebagainya.

Selanjutnya revolusi industry 3.0 dimulai pada tahun 1969 dengan penggunaan teknologi informasi dan mesin otomasi. Pada fase ini modem 084-969 menjadi sistem otomatisasi berbasis komputer yang membuat mesin industri tidak lagi dikendalikan oleh manusia, sehingga biaya produksi menjadi lebih murah.

Dan kini Revolusi Industri telah masuk pada fase yang ke-4 atau 4.0. Menurut Wikipedia, revolusi industry 4.0 mencakup tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Mencakup siber fisik, internet untuk segala, komputasi awan dan komputasi kognitif.

Revolusi industri 4.0 merupakan era yang diwarnai dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), era super komputer, rekayasa genetika, inovasi, dan perubah cepat yang berdampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan dan politik. Mencakup industri science, technology, engineering, dan mathematicks (STEM). Contoh : Industri otomotif menggunakan robotik dalam pengoprasiannya dan insfrastruktur internet untuk beroperasi.

Indonesia sendiri bersiap untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dalam upaya peningkatan daya saing dan produktifitas industri manufaktur nasional. Setidaknya ada 5 sektor industri prioritas menuju revolusi industry 4.0 yaitu
1. Industri makanan dan minuman
2. Industri otomotif
3. Industri Kimia
4. Industri elektronika
5. Industri tekstil dan pakaian jadi

Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Mau atau tidak revolusi industry 4.0 akan segera hadir di tengah-tengah kita. Lalu yang jadi pertanyaan besar, siapkah kita menghadapi revolusi industri 4.0? Bukan hanya diperlukan kekuatan untuk bertahan, namun juga kreatifitas dan keterampilan khusus untuk bisa menerapkan teknologi terkini yang terus bergerak maju dan mengalami perubahan. Daya saing semakin semakin tinggi karena emasuki era industri 4.0 memaksa manusia memasuki dua dunia, yaitu dunia riil dan dunia virtual. Internet of things yang merupakan kunci di era ini mengkondisikan manusia secara personal dan komunal sangat bergantung kepada dunia virtual, yang semakin hari semakin canggih dan pintar.
Berdasarkan laporan The Future of Jobs Report, World Economic Forum, terdapat lima keterampilan SDM dalam era industri 4.0 dalam rentang waktu 2015-2020. Keterampilan tersebut jika diurutkan yaitu complex problem solving, social skill, process skill, system skill, dan cognitive abilities.

Setelah tahun 2020, diperkirakan kemampuan kognitif menjadi keterampilan yang paling dibutuhkan, diikuti system skills, complex problem solving, content skills, dan process skills. Hal tersebut juga menunjukan bahwa untuk menghadapi era industri 4.0, dibutuhkan SDM yang memiliki kemampuan kognitif yang fleksibel, logika berpikir yang baik, sensitif terhadap masalah, kemampuan matematika, dan visualisasi.

Salah satu kemampuan yang penting dimiliki adalah complex problem solving yang merupakan kemampuan penyeleasaian masalah kompleks dengan dimulai dari melakukan identifikasi, menentukan elemen utama masalah, melihat berbagai kemungkinan sebagai solusi, melakukan aksi/tindakan untuk menyelesaikan masalah, serta mencari pelajaran untuk dipelajari dalam rangka penyelesaian masalah.

Selain itu untuk menghadapi revolusi industry 4.0 kita juga dituntut untuk mampu berpikir kritis yaitu kemampuan untuk berpikir masuk akal, kognitif dan membentuk strategi yang akan meningkatkan kemungkinan hasil yang diharapkan. Selanjutnya kreatifitas juga penting dimiliki untuk dapat bertahan. Kreativitas adalah kemampuan dan kemampuan untuk terus berinovasi, menemukan sesuatu yang unik serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Lalu bagaimana dengan industri kecil dan menengah di tengah gempuran revolusi indutri 4.0? Ya, mau tidak mau, siap atau tidak kita harus mencoba belajar untuk menerapkan teknologi informasi dalam kehidupan termasuk dalam usaha yang sudah dijalani. Penggunaan kecanggihan teknlogi selain bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya juga menawarkan kemudahan dan pemasaran yang lebih luas karena koneksi internet yang tanpa batas.

Jika awalnya pebisnis masih menggunakan metode konvensional untuk memasarkan produk misalnya dengan membuat iklan di Koran, membuat brosur dan menyebarkannya dijalanan. Kini pemasaran jadi mudah karena banyak pemilik usaha yang sudah membuat toko online sendiri disertai dengan laman media social yang memudahkan pelanggan untuk berinteraksi, membeli juga mencari tahu produk terbaru.

Ya,  selain mengembangkan skill pribadi, pemanfaatan internet dengan membuat toko online menjadi solusi cerdas untuk bersaing di dunia entrepreneur menuju Revolusi Industri 4.0 nantinya. Pemilik usaha bisa memanfaatkan Cloud Hosting yang merupakan salah satu teknologi dengan layanan yang dapat terhubung oleh banyak server dan dapat berinteraksi satu sama lain dan terhubung untuk menjaga performa. Pembelian cloud hosting bisa melalui penyedia Hosting Indonesia seperti Qwords yang menawarkan kemudahan dan pelayanan terbaik dengan harga murah.

Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Industry_4.0
http://www.unpad.ac.id/2019/01/hadapi-revolusi-industri-4-0-apa-yang-harus-disiapkan/





5 comments

  1. Buat yang sedang melakukan bisnis memang cocok banget ya menggunakan hosting ini

    ReplyDelete
  2. Wah bisa jadi salah satu solusi nih ya buat para pebisnis

    ReplyDelete
  3. Seiring berkembangnya zaman memang kita harus siap mengalami setiap perubahan ya

    ReplyDelete
  4. Wah bener banget tuh Mbak, kita harus mampu berpikir kritis :D

    ReplyDelete
  5. Wah bermanfaat banget nih Mbak artikelnya. Terima kasih ya

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar ^_^