Pengertian kualitas film BluRay, HDTC, CAM, HDRIP, WEBDL, CAM, dan lainnya


Halo teman-teman siapa nih yang sering streaming atau download film kah?

Kalo iya pasti sering deh melihat atau mendengar istilah kualitas film seperti judul di atas. Kualitas film yang tertera sangat mempengaruhi kepuasan menonton film. Oleh karena itu, mimin ingin memberikan sedikit informasi tentang istilah ini agar nantinya panikers tidak menyesal dikemudian hari, udah bergadang sampai jam 12 malam demi mendapatkan bonus quota, eh film yang di download malah bikin sakit mata.. asli nyesel. 

Berikut adalah urutan dari kualitas film yang paling bagus sampai dengan cukup bagus.
  1. Untuk kualitas film yang enak dinikmati diantaranya adalah kualitas BluRay, WEBDL, HDRIP, HDTV.
  2. Untuk kualitas film yang lumayan enak dinikmati diantaranya adalah DVDRip, WEBRIP, HDTC, HDTS, HDCAM.
  3. Selebihnya seperti kualitas DVDScr, CAM, TS, dan TC masih untung-untungan. Kalo genre filmnya horror yang biasanya mereka maennya di nuansa malam (iya kali hantu munculnye siang bolong), jadi sangat bikin sakit mata karena terlalu buram. Tapi demi mengobati rasa penasaran panikers yang sampe kebawa-bawa mimpi, cukup dengar suaranya aja apapun itu kualitasnya tetap semangat.
Nah, setelah mengetahui urutan kualitas film. Selanjutnya mimin informasikan sedikit hal mengenai istilah-istilah tersebut.

Serunya Bermain Vitual Reality

Foto : tempo.tekno.co

Berbicara mengenai teknologi untuk saat ini tidak akan ada habisnya, perkembangan teknologi di era ini terbukti sangat canggih juga berkembang dengan pesat. Hal ini terlihat dari  banyaknya inovasi teknologi yang berbeda drastis dengan jaman dahulu. Contohnya pada jaman dahulu alat teknologi handphone yang hanya bisa digunakan untuk menelepon dan mengirimkan pesan saja namun dapat dilihat pada era ini handphone sudah beraneka ragam dari berbagai bentuk juga dengan kelebihannya masing masing, handphone yang digunakan masyarakat di era ini pasti paling tidak sudah dapat menggunakan mengakses internet, menggunakan fitur - fitur aplikasi media sosial dan lain sebagainya.

Pentingnya Fase 1000 Hari Pertama Kehidupan

Bidan ini awalnya terlihat cerewet sekali, bahkan suami saya diajak masuk mendengar petuahnya yang cukup lama. Tentang menjaga makanan, menjaga kegiatan, harus bahagia, jauhi asap rokok dan lain sebagainya! Apakah karena kami pasangan muda? Awalnya saya begitu pikir ketika bidan Susi yang keturunan minang bicara dengan nada khasnya. Bidan yang direkomendasikan banyak teman karena kebaikan dan keuletannya membantu ibu hamil sejak awal kehamilan hingga proses persalinan.

Saya bisa dikatakan “diomeli” karena kebiasaan makan yang buruk, belum lagi suami yang tidak mengerti apa-apa soal proses kehamilan. Bahkan ia rutin memberi tahu saya untuk periksa kehamilan, mengingatkan untuk tak lupa mengkonsumsi penambah darah dan ikut senam hamil ketika kehamilan sudah cukup besar. Benar saja, memang saya buta ilmu kehamilan apalagi parenting. Mungkin banyak pasangan muda yang sama seperti kami, menikah dengan ilmu seadanya. Jelas gelar sarjana nggak akan bisa menjamin kami bisa menjadi calon ayah dan ibu yang baik.

Ketika Laut dan Hutan Bukan Lagi Kepunyaan Kita

Laut punya kenangan indah dan manis tentang masa kecil saya. Deburan ombak dan rona jingga matahari terbenam seringkali mengingatkan akan kapal almarhum Bak Uo yang menepi. Ya, Bak Uo (kakek) saya adalah seorang nelayan yang tangguh. Tubuhnya kekar mengkilat terkena jilatan matahari. Sorakannya menggelegar bersama nelayan lainnya menarik perahu. Saat itu kami berkumpul di pinggir pantai menanti Bak Uo, dengan mata berbinar tak sabar melihat hasil tangkapan dari balik sampan. Saat itu saya bersorak kegirangan, meloncat-loncat melihat ikan besar yang masih menggelepar. Tak kuasa menahan selera mencicipi cumi-cumi bakar dengan sepiring nasi hangat.

Saya masih ingat rasa manis ikan tangkapan Bak Uo. Ikan segar yang dicuci lalu dipanggang dengan bumbu jeruk nipis dan garam. Lalu mendengar cerita tentang laut dan keindahannya. Tentang lumba-lumba yang seringkali melompat di tengah laut atau cerita mistis saat Bak Uo mulai berlayar. Saya makin suka bermain di pantai, menemani nenek dan ibu yang membuka lapau nasi di pinggir pantai. Kenangan yang manis sekali.