Top Social

Tuesday, 10 September 2019

Mencicipi Resep Kuliner Bengkulu di Rumah Jala 153

Assalammualaikum wr.wb ^_^

Halo pembaca riafasha.com, apa kabarnya siang ini? Di Bengkulu sendiri cuaca cukup panas loh. Asyiknya tuh ya santai nikmati angin sepoi-sepoi di pantai sambil makan dan ngobrol sama teman.

Nah ngomongi soal pantai, sabtu lalu saya dan teman-teman Blogger Bengkulu mampir ke kawasan Pantai Panjang tepatnya di Rumah Jala 153. Saya, intan, alfha dan nengsih yang baru saja ngisi kelas blog di SMPIT Generasi Rabbani di minta Mak BoBe segera menuju ke Rumah Jala 153 untuk makan siang. Awalnya agak bingung, tapi berkat bantuan Google Maps akhirnya kami sampai ke tujuan. Kalau teman-teman ingin berkunjung lokasi Rumah Jala 153 pas sekali di depan Hotel Nala.


Saat di motor Intan sempat cerita kalau Rumah Jala 153 kayaknya dikelola sama Bang Leo. Eh ternyata bener, Bang Leo segara menyambut kami setibanya disana. Kesan pertama langsung senang karena banyak spot foto yang ciamik. Langsung deh ya yang namanya blogger tak ingin kehilangan momen, bergantian kami mengambil foto sambil menunggu Mak Milda tiba.



Tak lama kemudian Mbak Milda datang dan kita ngobrol bareng Kak Leo. Rumah Jala 153 ini punya cerita sendiri. Jala adalah bahasa Bengkulunya alat penangkap ikan. Harapannya sih Rumah Jala 153 ini bisa menarik banyak pengunjung untuk terus menikmati sajian disini. Kalau 153 sendiri itu adalah angka favorit yang punya resto.



Rumah Jala 153 terasa banget bengkulunya, pemilihan nama menu yang unik dari Resep Kuliner Bengkulu, nama meja  pun disesuaikan dengan nama-nama kerajaan dan tokoh yang ada di Bengkulu seperti meja  berpayung di depan diberi nama Hulubalang, Tamannya bernama mangkubumi, dan meja di dalam yang bernama putri gading, ratu cili, lemang batu dll. Yang ingin duduk lesehan pun bisa memilih Pondok yang dinamakan Singgasana.

Mencicipi Menu Andalan Rumah Jala 153



Nggak kerasa sangking asyiknya foto makanan hampir saja dingin. Lalu mulailah kita mencicipi makanan Rumah Jala 153 yang disajikan dengan penuh perasaan dan membuat makanan ini punya cita rasa yang tinggi. Penasaran nggak apa saja menunya?

Jala Tea Poci

Pecinta teh pasti akan suka sama rasa teh satu ini. Rasa segar campuran 5 jenis teh pilihan membuatnya terasa berbeda.


“5 Jenis teh pilihan itu apa Bang Leo?” tanya saya penasaran. Beliau hanya tertawa dan bilang ini resep rahasia. Hoalah.. baiklah, kalau begitu saya nikmati saja rasa segar nya. Seduhannya pas, tidak pahit juga tidak hambar. Saya menaruh sedikit gula agar terasa nikmat.

Semakin tertarik dengan Jala Tea Poci ini karena penyajiannya yang apik dengan teko dan cangkirnya seperti gelas kerjaan zaman dulu.

Harga Tea Poci : 25 K

Steam Ikan Jala

Aroma rempahnya menggugah selera. Bang Leo bilang ini cocok banget untuk kita yang lagi pemulihan karena perpaduan rempahnya memang segar di tenggorokan, plus bikin perut jadi nyaman.


Saya menikmatinya dengan sepiring nasi, ikannya lembut dan pas, paling suka sama kuahnya, saya seruput beberapa kali untuk melegakan tenggorokan yang sejak pagi agak ga enak karena debu. Walaupun ada irisan cabe dan jahe rasa pedasnya nggak garang kok. Jadi anak-anak tetap bisa nyobain, buktinya si Atifa tetap suka makannya. Harga steam ikan jala ini 15 ribu per ons, nah untuk satu porsi besar ikan yang ada di foto itu jatuhnya 75 ribu. Bisa dimakan rame-rame loh.

Harga Steam Ikan Jala : 15 K / ons

Buntut Bakar Jala


Wah ini salah satu menu andalan di Rumah Jala 153 karena yang pertama membuat varian buntut bakar. Awalnya saya agak ragu apa bisa buntut jadi empuk kalau dibakar. Terus pas dipotong kok mudah banget ya, saya gigit “Waaa empuuk” . Bumbunya juga kerasa banget sampai ke dalam, rasanya pedas manis dan itu enak banget dicocol sama nasi. Buntut Bakar Jala ini dilengkapi sama sayur sop dan lalapan yang jadi penyeimbang kalo kalian khawatir kolesterol bakal naik hihii…

Harga Buntut Bakar Jala : 45 K

Mie Kangkung Hotplate



Yuhuu, mie dengan campuran kangkung, udang, jamur dan bumbu istimewa bikin makan tambah lahap. Porsinya jumbo dan yakin pasti kenyang deh order menu satu ini. Saya juga suka kuah nya yang kental, bumbunya yang pas dan nikmat serta penyajiannya yang cantik untuk yang doyan foto makanan.

Harga Mie Kangkung Hotplate : 25 K

3 Jenis Sambal Andalan

Oya, selain menu menu diatas, ada 3 jenis sambal yang jadi andalan Rumah Jala 153. Apa aja itu?

1. Sambal Jala (ini adalah sambal yang terbuat dari kecap dengan camburan potongan bawang dan cabe, cocok untuk cocol dengan tempe goreng)
2. Sambal Matah (sambal cabe matah yang menggugah selera)
3. Sambal Dumang  (asli bikin mulut mangap kayak dumang karena pedasnya yang mantap, tambah nikmat dengan campuran terasi di dalamnya)

Oya teman-teman selain menu yang saya cicip di tadi ada banyak loh menu Rumah Jala 153. Mereka menyiapkan Jala Brunch, Jala Lunch, Jala Tea n Cofee Time, Jala Sunset Dine, dan Jala Candle Light Dinner. Kita pun bisa memilih menu seafood, Chinese food, Western, Bengkulnes serta beragam Snack ringan. Untuk minumannya juga, ada mocktail (non alcohol), varian juice segar serta kelapa muda.

Nilai plus untuk Rumah Jala 153 adalah fasilitas dan kebersihannya yang terjaga. Disana fasilitas parker luas, Free Wi-Fi, Mushola, Toilet, Card Payment, Free Power Charger, Karoke, Orgen dan pelayanan yang prima. Terbukti tempatnya bersih, penyajiannya rapi dan ramah.

Nah jadi nih buat anak Milineal Bengkuu yang lagi cari resto outdoor dengan makanan yang enak dan murah serta tempat foto yang kece Rumah Jala 153 salah satu yang recommended. Kalian bisa nikmati sepoi angin dengan nuansa pohon cemara di tepian Pantai Panjang Bengkulu. Bisa juga untuk jadi tempat ngumpul, arisan, reunion atau makan bareng teman-teman kantor kok.


Ayo Muda Bengkulu Rayakan Kegembiraan di Rumah Jala 153 Resto n Cafe “Resep Kuliner Bengkulu”.

Rumah Jala 153
Alamat : Jalan Pariwisata Pantai Panjang (Depan Hotel Nala)
Contact Person:
0811 7314 314
0819 1714 1414

10 comments on "Mencicipi Resep Kuliner Bengkulu di Rumah Jala 153"
  1. Waini ... Simpen dulu ya kalau nanti aku liburan ke Bengkulu. Tapi kapan, ya? Semoga tersemogakan. Belum pernah menginjak tanah Sumatera nih ceritanya. Mainnya kurang jauh yo, Mbak, hahaha ...

    Eh serius tanya, dari menu-menu di atas, yang memang Bengkulu banget yang mana, Mbak? Bumbu dari steam Ikan Jala-nya kali, ya?

    ReplyDelete
  2. Dari namanya keliatan kalau menunya dominan seafood, ya? Tempatnya instagramable banget deh

    ReplyDelete
  3. Aku suka menu mie kangkung, seger ya mbak. Kapan ya bisa ke Bengkulu dan bertemu dengan komunitas Bobe dan mba Milda. Trus mampir ke Rumah Jala juga sih, moga ada rejeki bisa kesana

    ReplyDelete
  4. Wah...kirain aku makanan khas Bengkulu ternyata seafood yak. Restoran nya instagramable yak. Konsep resto kek gini emang bisa mendatangkan pengunjung

    ReplyDelete
  5. Itu steam ikannya bikin penasaran rasanya. Nampak teduh ya ini tempat. Fine kalau ke Bengkulu ke sini ya kak temanin aku hehe

    ReplyDelete
  6. Saya tuh penyuka makanan ikan. Saat membuka postingan ini, langsung mencari-cari makanan ikan apa yang bisa saya cicipi jika suatu hari nanti (semoga) berkesempatan ke Bengkulu. Nah, ketemu .... Steam Ikan Jala harus menjadi menu pilihan :*

    ReplyDelete
  7. Pantesan keasyikan foto sampai Makanan dingin lha restonya banyak spot foto kece gini. Seru yaa apalagi yang terowongan bunga di foto terakhir.

    ReplyDelete
  8. ih asyik banget sih tempatnya, makannya pun mantab2 penyajiannya. penasaran!

    ReplyDelete
  9. Manu makanannya yummi dan beragam sekalii..
    Yang paling enak ke Rumah Jala bareng temen-temen banyakan...jadi bisa saling incip makanan yaa...
    Dijamin kalau sendiri gak akan habis.
    Porsinya mantaapp~

    ReplyDelete
  10. Waaaah enak kali ya mbk bisa kulineran khas bengkulu. aku pengen cobain Steam Ikan Jala, kayanya enak banget nih hehe. Semoga bisa traveling ke Bengkulu dan bisa kulineran disana, Aamiin

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar ^_^