Top Social

International Coffee Day 2020 Bengkulu


Penikmat kopi pasti tak asing dengan kopi robusta. Rasanya yang nikmat bisa sajikan kapan saja dan dimana saja. Ada saja yang kurang jika tidak menyeduh kopi, apalagi di kala hujan atau pikiran sedang suntuk. Kopi jadi teman terbaik untuk melepas lelah.

Bicara soal kopi, setiap daerah punya keunggulan dan karekteristik rasa yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh tempat tumbuh, jenis serta ketinggian permukan lokasi kebun kopi. Begitu juga dengan Bengkulu, selain dikenal sebagai Bumi Rafflesia, ternyata merupakan provinsi ketiga penghasil kopi terbesar di Indonesia setelah Sumatera Selatan dan Lampung.



Kita patut berbangga karena kopi Bengkulu memiliki rasa yang tidak dimiliki kopi-kopi lain di Indonesia bahkan dunia. Mungkin banyak yang belum tahu jika Bengkulu masuk dalam "Segitiga Emas Robusta" di pulau Sumatera ini dan setidaknya beberapa tahun terakhir sudah mulai diperhitungkan keberadaannya. Bengkulu pun ikut berperan menyumbang sekitar 70 persen dari total produksi kopi robusta di Indonesia.

Sebagai komuditas unggulan daerah, Bengkulu terus berupaya mengembangkan dan menggenjot Kopi Bengkulu agar makin di kenal.  Pemerintah provinsi Bengkulu dalam hal ini Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun terus lakukan upaya mulai dari branding, perluasan pemasaran hingga kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini semata untuk mengenalkan kepada dunia luar, bahwa Bengkulu memiliki kopi yang punya citarasa khas yang berbeda dengan daerah lain.



Nah, untuk melindungi potensi kopi Bengkulu yang cukup besar, pada tahun 2018 Bengkulu sudah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bengkulu (HAM) Republik Indonesia.


"Satu biji saja biji kopi Bengkulu keluar, maka harus disebutkan nama Bengkulu. Untuk itu, kita perlu melindungi hak para petani kopi Bengkulu agar tidak di klaim daerah lain," Begitulah pesan pak Rohidin.



Upaya mengenalkan kopi asli Bengkulu ke masyarakat luas juga dilakukan oleh beliau hingga ke Jakarta. Kopi Bengkulu berhasil di branding dengan merek Bencoolen Coffee hingga Jakarta, dan klimaksnya berbuah MoU Kerjasama Pemasaran Kopi Bengkulu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Kerjasama ini juga disambut hangat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurutnya kerja sama ini agar kopi rakyat bisa sampai ke Jakarta, karena kopi Bengkulu yang ia rasakan memiliki kualitas yang bisa dibanggakan di skala nasional maupun internasional. Jadi sudah saatnya jadi tuan rumah di ibu kota.  Selain itu menurut Anies, Jakarta sebagai salah satu kota yang memiliki pasar kopi yang sangat besar dengan permintaan yang tinggi, dapat menjadi wadah Kopi Bengkulu yang berkualitas baik, untuk dipasarkan.  Harapannya nanti kopi dari Bengkulu bisa dirasakan oleh warga Jakarta, dengan harga terjangkau, serta kualitas kelas atas.

Prestasi kopi Bengkulu patut dibanggakan, sebelumnya di akhir tahun 2019 lalu kopi Bengkulu berhasil pemberoleh penghargaan di 3 kategori awards pada Kejuaraan Kopi Internasional AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products) di Perancis. Bahkan presiden AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural Products), Philippe Juglar apresiasi langkah Gubernur Rohidin dalam mengembangkan komoditas kopi Bengkulu sehingga dapat bersaing dengan kualitas dan kuantitas yang tidak kalah dengan kopi negara produsen lain.



"Kita ucapkan terimakasih kepada Gubernur Bengkulu yang telah mendedikasikan kinerja, usaha, dan waktunya dalam mengembangkan kopi Bengkulu. Langkah yang dilakukan pak gubernur sampai saat ini sudah sangat tepat,” ungkap Phillipe.


Upaya dan kerja keras Gubernur Rohidin branding kopi Bengkulu makin terasa, setelah Bengkulu secara resmi ditetapkan sebagai tuan rumah International Coffee Day pada tanggal 01 Oktober 2020. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI Gati Wibawaningsih pada Gubernur Rohidin di penguhujung tahun 2019 lalu.



"Masyarakat Bengkulu mestinya bersyukur punya gubernur seperti Gubernur Rohidin ini, karena sangat visioner, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan komoditas lokal hingga ke kancah internasional. Apalagi event besar ini diadakan di benteng terbesar yang memiliki nilai historis," jelas Dirjen IKMA.


International Coffee Day 2020 pada bulan Oktober yang akan datang harus disambut sebagai momentum besar bagi petani dan pelaku kopi Bengkulu. Bengkulu menjadi tuan rumah persis ketika permintaan pasar terhadap kopi meningkat drastis. Baik di pasar domistik maupun internasional. 

Ayo kita sukseskan International Coffee Day 2020 dan memperkenalkan kopi Bengkulu sebagai salah satu kopi terbaik dunia!



#InternationalCoffeeDay2020
#HariKopiInternasional2020
#KopiBengkulu
#KopiLokal #KopiGadingCempaka

13 comments on "International Coffee Day 2020 Bengkulu "
  1. Bangga jadi warga Bengkulu, bangsa Indonesia. Menjadi daerah penghasil kopi terbaik itu aset yang tidak terhingga. Tinggal bagaimana kita mengelolanya hingga jadi komoditas terbaik ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak tinggal di kelola supaya produk kopinya bisa naik kelas

      Delete
  2. Kopi tuh penyemangat bagi pencinta nya, ada yg rela tdk makan nasi dari pada tdk ngopi. Kedepannya kopi Bengkulu makin sukses dan makin banyak di nikmati oleh pecinta kopi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bagi yang pecinta kopi rasanya ada yang kurang kalo ga ngopi sehari aja. aamiin semoga makin dikenal kopi bengkulu

      Delete
  3. Saya baru tau mba.. ternyata Bengkulu selain raflesia Arnoldi uang terkenal, juga punya robusta yang berkualitas. Semoga semakin terkenal dan mendunia dengan robusta nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. di bengkulu banyak sekali kebun kopi yang punya hasil kopi berkualitas

      Delete
  4. Indonesia memang kaya akan tumbuhan kopi. Bahkan masing2 wilayah memiliki khas kopi tersendiri. Tapi secara umum, ada robusta dan arabica. Bedanya kalo arabica cenderung lebih ada rasa asamnya dari pada robusta

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak kalo arabica rasanya lebih asam. aku sih lebih suka yang robusta hehe

      Delete
  5. Saya bisanya cuma minum yang uda ada kandungan susu atau yang white coffee. Kalo kopi item kentel, duhhh itu bikin deg-degan parah, gak kuatttt

    ReplyDelete
  6. Menarik juga ya ada International Coffee Day.. kalo digelar bulan Oktober 2020 seinget saya berbarengan dengan hari blogger ya mom

    ReplyDelete
  7. Pengin nyobain minum kopi dan meningkatkan "rasa" yang baik untuk sense lidahku.
    Aku yakin, kopi Indonesia ini unik dengan penyajian yang profesional.

    ReplyDelete
  8. wah seru banget, kalo ada event ini lagi pengen join ah :D

    ReplyDelete
  9. Pemerintah yg berpihak ama produk lokal itu puenting bgt ya mbak.. harus bisa ningkatin sumber daya lokal biar perekonomian daerah terus bergerak.

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar ^_^