AZTbYVPopjvar4TJTJPzAz4SPbtvZW2vOh3lqEgw

Zat Gizi Balita yang Harus Terpenuhi

1 komentar
gizi balita
Image by avitalchn from Pixabay 

Balita yang sehat adalah hal yang sangat menggembirakan bagi setiap orang tua. Namun kenyataannya masih banyak kasus buruknya gizi balita yang terjadi. Di masa anak berumur hingga 5 tahun, banyak proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi sangat pesat. Hal ini tentu berpengaruh akan kebutuhan zat gizi untuk tubuh mereka. Balita memerlukan nutrisi yang lebih banyak dan berkualitas gizi.   Menurut WNPG (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi)-LIPI tahun 2004, setiap kilogram berat badan anak setidaknya membutuhkan energi lebih kurang 70 - 90 kkal. Kebutuhan energi ini ternyata lebih banyak dari kebutuhan wanita dan lelaki dewasa untuk setiap kilogram berat badannya.

Jika anak kekurangan gizi akan memberikan efek serius seperti gagalnya pertumbuhan fisik serta perkembangan dan kecerdasan yang tidak optimal. Selain itu gizi yang buruk akan membuat daya tahan tubuh anak lemah melawan penyakit. Untuk itu diperlukan gizi yang baik bagi tumbuh kembang balita sejak ia dikandung. Kebutuhan gizi yang harus dipenuhi pada saat balita diantaranya energi dan protein.

Untuk memperoleh energi dalam tubuh bisa didapatkan dari zat gizi. Berikut beberapa zat gizi balita yang penting :

1. Protein

Protein dalam tubuh merupakan sumber asam amino esensial yang sangat dibutuhkan sebagai zat pembangun untuk pertumbuhan dan pembentukan protein dalam serum, memperbaiki sel yang rusak, serta sumber energi. Protein terdiri dari protein hewani dan nabati. Sebagai orang tua kita bisa memberikan makanan yang tinggi protein diantaranya daging, unggas, ikan, telur, buncis, tahu, tempe, dan produk susu.

2. Karbohidrat

Karbohidrat dibutuhkan oleh balita membangun lemak dan protein untuk memperbaiki jaringan. Anak-anak sebaiknya banyak mengkonsumsi karbohidrat berupa pati dan serat dan menghindari karbohidrat yang berkadar gula tinggi. Sumber karbohidrat bisa berasal dari beragam jenis makanan seperti nasi, kentang, umbi, jagung, sereal, pasta dll.

Baca Juga : Pentingnya Fase 1000 Hari Pertama Kehidupan

3. Lemak

banyak yang menganggap bahwa lemak perlu dihindari, namun ternyata lemak dibutuhkan oleh tubuh balita apalagi di masa pertumbuhan. Lemak penting sebagai sumber energy yang disimpan di dalam tubuh. Ia pun berfungsi untuk melarutkan beberapa vitamin yang tidak larut dalam air. Beberapa sumber lemak diantaranya daging, ikan, kacang-kacangan, susu, dll

4. Kalsium

fungsi kalsium bagi balita ternyata sangat banyak, diantaranya untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat. Kalsium juga bisa membantu pembekuan darah saat terjadi luka dan baik untuk kesehatan saraf, otot juga jantung. Kita bisa mendapatkan kalsium dari aneka produk susu dan olahannya seperti yogurt, es krim, dan keju. Selain itu kalsium juga terkandung dalam kuning telur, tahu, sayuran seperti brokoli dan bayam,.

5. Zat besi

Saya pernah membaca artikel bahwa banyak anak Indonesia mengalami anemia karena kekurangan zat besi yang mengakibatkan tubuh mereka lemah dan lesu . Zat besi berfungsi membentuk sel darah dan mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Agar zat besi balita terpenuhi, berikan anak asupan dari daging, hati, unggas, gandum utuh, buncis, kacang-kacangan, buncis dan beragam makanan lainnya.

Baca juga : Perkembangan Janin 6 bulan

6. Folat

Kita mungkin sering membaca bahwa asam folat dibutuhkan oleh ibu hamil. Ternyata asam folat juga dibutuhkan oleh anak-anak untuk pertumbuhan dan perkembangan sel tubuh anak. Berikan makanan yang mengandung folat seperti sereal gandum utuh, kacang-kacangan, buncis, asparagus, kacang hitam, kacang merah, dan kubis.

Selain zat gizi diatas, balita juga membutuhkan serat, aneka vitamin seperti vitamin A, dan vitamin C. Ajarkan anak beragam menu makanan sehat agar ia tumbuh sehat dan cerdas. 

Related Posts

1 komentar

  1. Nah, ini si Athifah makannya belum bervariasi, jadi butuh suplemen juga nih

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email