Top Social

Tuesday, 7 April 2020

Perawatan Penderita DBD di Rumah Sakit

Sumber gambar : sehatcenter.com

Demam Berdarah  merupakan salah satu penyakit diindonesia yang sudah menjadi hal umum. Di negara tropis ini penyakit ini menjadi sangat menakutkan. indonesia masih tercatat sebagai negara di asia tenggara memiliki kasus demam berdarah tertinggi. Sedangkan ditingkat dunia indonesia menduduki negara nomer dua setelah brazil. Ketika seseorang tergigit nyamuk aides aegypty . Pada saat itulah nyamuk teridentifikasi menularkan virus demam berdarah yang terdapat ditubuh nyamuk . 

Demam Berdarah Dengue memiliki ciri setelah empat atau enam hari akan mulai muncul gejala gejala seperti demam tinggi, sakit dibelakang mata, mual, muntah, nyeri sendi kelelahan dan mulai munculnya ruam pada kulit sekitar dua sampai lima hari ketika demam berlangsung. Gejala gejala demam berdarah ini bisa terjadi dmapai 10 hari bahkan bisa saja terjadi pendarahan ringan seperti di gusi , hidung , dan timbul memar ditubuh.

Gejala itu kemudian berlangsung menjadi penyakit yang serius yang bisa saja menyebabkan pembengkakan terhadap kelenjar getah bening, pembengkakan hati, kerusakan getah bening, kegagalan sirkulasi pendarahan darah hebat hingga kematian. Saran dari dokter jika sudah mengalami pengobatan demam berdarah akan mengeluarkan tanda tanda akan pulih 3-5 hari setelah pengobatan dan akan kembali sembuh total. 

Demam berdarah jika ditangani dengan baik akan biss sembuh tetapi jika dibiarkan maka nantinya akan berkembang menjadi penyakit yang berkomplikasi. Walaupun sebagian besar orang akan merasakan kelelahan setelah pulih dari dbd tetapi itu hanya akan dirasakan secara sementara bahkan ada seseorang yang membutuhkan waktu satu setengah bulan untuk benar benar sembuh total. Berikut ini perawatan yag dilakukan dirumah sakit untuk penderita demam berdarah :

1. Berikan cairan-cairan intravena. Untuk mengatasi kasus-kasus Demam berdarah  parah di rumah sakit, dokter akan memasukkan cairan-cairan intravena (IV) dan elektrolit (larutan garam) ke tubuh pasien. Perawatan ini hanya berfungsi untuk menggantikan cairan yang hilang melalui muntah atau diare. Langkah ini hanya dilakukan bila pasien tidak mampu mengonsumsi cairan secara oral (misalnya karena terus muntah) atau berada dalam keadaan terkejut.

2. Intravena berarti "di dalam vena". Dengan kata lain, cairan akan disuntikkan langsung ke dalam vena pasien dengan menggunakan jarum suntik atau kateter intravena. Cairan IV yang disarankan adalah crystalloid (0,9% garam).


3. Dokter akan memonitor asupan cairan pasien melalui metode IV berdasarkan panduan penyuntikan cairan IV yang lebih berhati-hati daripada masa lalu. Ini karena keadaan overhidrasi (cairan berlebih) bisa mengakibatkan efek-efek yang serius, termasuk beban cairan IV berlebih, atau pembanjiran pembuluh kapiler. Karena itulah, pada kebanyakan kasus, dokter akan memberikan cairan secara bertahap alih-alih konstan.

4. Minta transfusi darah. Dalam kasus demam berdarah yang lebih serius serta parah, dokter mungkin harus memberikan transfusi untuk menggantikan darah yang hilang. Transfusi biasanya diperlukan bagi pasien demam berdarah yang kasusnya sudah menginjak tahap DHF. Transfusi bisa memasukkan darah segar ke sistem tubuh pasien atau hanya plateletnya. Platelet adalah bagian darah yang membantu penggumpalan serta lebih kecil dari sel-sel darah putih dan merah.

5. Minta injeksi kortikosteroid. Kortikosteroid adalah obat-obatan buatan manusia yang mirip dengan kortisol - sebuah hormon yang dihasilkan secara alami oleh kelenjar adrenal. Obat-obatan ini mengurangi peradangan dan aktivitas sistem imunitas tubuh. Efek kortikosteroid pada infeksi DBD masih diuji coba secara medis, sehingga belum ada egypti.


Be First to Post Comment !
Post a comment

Silahkan Berkomentar ^_^