Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea Itaewon Class

drama korea itaewon class yang dibintangi park seo joon tentang bisnis

Anneyeong drakor lovers
.  Apa kabarnya nih? semoga selalu sehat dan semangat berpuasa bagi yang menjalankannya.

Jika ditanya apa sih drama korea favoritku? Jawabannya banyak sekali nih, dan salah satuya adalah Itaewon Class yang dibintangi oleh Park Seo-joon, Kim Da-mi, Kwon Nara dan Park Bo-gum. Cerita yang diangkat dari webtoon karya Gwang Jin ini bergenre slice of life, friendship, romance dan motivation. 

Tentang Drama Korea Itaewon Class

Itaewon Class bercerita tentang Sae Ro Yi yang putus sekolah karena masuk penjara. Ayahnya pun meninggal setelah ditabrak oleh anak bos Jangga. Ia pun memendam dendam pada Jangga yang membuat hidup keluarganya hancur. 

Setelah keluar dari penjara Sae Ro Yi bertekad untuk meneruskan impian ayahnya dengan mendirikan tempat makan. Perjalanan bisnis Park Sae Ro Yi dalam membangun bisnis restoran sangat inspiratif karena banyak yang menganggap bahwa seorang mantan narapidana tidak akan bisa bermimpi sejauh itu. 

Ia tidak punya banyak bekal dan pengetahuan tentang bisnis. Kegagalan demi kegagalan selalu hadir selama berusaha mendirikan restoran bernama Danbam.   Namun Park Sae Ro Yi membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil selama mau berusaha. Ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari drama korea Itaweon Class. Yuk simak ulasannya. 

Belajar Membangun Bisnis dari Drama Korea Itaweon Class
park saeroyi bersama teman satu tim restoran danbam itaewon class

1. Teguh pada Prinsip

Membangun bisnis memang tidak mudah apalagi tidak punya landasan dan prinsip. Akan mudah goyah akan kegagalan dan masalah yang datang. Park Sae Ro Yi memperlihatkan bagaimana ia tak pernah jatuh walau diterpa masalah bertubi-tubi. Baginya, Danbam adalah rumah dan rekan kerja adalah keluarga. Ia menjaga timnya seperti menjaga keluarga dan terus menyemangati mereka untuk menjadi lebih baik.

2. Buat Target dan Kerja Keras

Terburu-buru adalah musuh dalam memulai bisnis. Banyak orang yang tak sabar karena diimingi kesuksesan sehingga membuat rencana bisnis tidak matang yang berujung kegagalan.

Kita bisa belajar dari apa yang di lakukan Park Saeroyi di Itaewon Class dalam membangun usaha impiannya sangat terukur dan terarah sesuai target. Target yang jelas dalam menjalankan bisnis menjadi motivasi untuk mencapainya. Selain itu juga harus diiringi dengan usaha dan kerja keras. 

Sebagai mantan narapidana lulusan SMP yang tidak memiliki siapapun dalam hidupnya, Park Sae Ro Yi sudah mempunyai target 7 tahun kedepan setelah ia keluar dari penjara. Segala cara ia lakukan untuk mengumpulkan uang membangun usaha seperti menjadi nelayan dan kerja serabutan. Uang tabungan kematian ayahnya hanya ia gunakan untuk investasi dan memilih membangun usaha dari keringatnya sendiri. 

3. Percaya pada Tim dan Membangun Ikatan Agar Lebih Solid

Membangun usaha akan jauh lebih mudah jika memiliki tim yang solid. Karena bagaimanapun tidak semua hal bisa dikerjakan sendiri, kita membutuhkan bantuan orang lain.

Karakter Sae Ro Yi sangat hangat kepada rekan kerjanya. Ia bahkan mengajak teman kerjanya di pabrik yang merupakan seorang transgender bernama Ma Hyun-Yi

Sebagai kepala dapur di restoran DanBam, Hyun-Yi sempat mengalami penurunan kinerja karena terlalu banyak pengunjung yang datang. Masakannya menjadi tidak enak dan hambar. Lalu apakah Sae Ro Yi memecatnya? Ternyata tidak. Hyun-Yi malah diberikan gaji ganda namun Sae Ro Yi memintanya untuk belajar masak lebih giat. Hingga suatu hari Hyun-Yu berhasil memenangkan kontes masak. 

4. Pemilihan Lokasi dan Desain Usaha yang Menarik

Sae Ro Yi dari awal udah mengincar Itaewon untuk membuka kedai makanan. Karena dia tahu, di sana tempatnya ramai dan sering mengadakan banyak acara. Banyak warga asing dan wisatawan yang meluangkan waktu kesana sehingga kemungkinan banyak pelanggan yang akan datang.

Nah, awalnya DanBam kuno banget, desain nya juga biasa aja. Nggak ada penataan yang menarik sehingga kedainya nggak rame. Akhirnya setelah tau masalah kedainya, Park Sae Ro Yi dan timnya melakukan perombakan besar-besaran mulai dari penataan meja, desain interior, pencahayaan dll yang membuat kedainya makin instagramable.

5. Enpowering Sesama Pemilik Usaha

Kolaborasi dan saling menguatkan. Pesan ini juga aku tangkap di drama korea Itaweon Class. Awalnya teman-temannya heran kenapa Sae Ro Yi terus membantu bisnis di sekitar Danbam. Ternyata menurut Sae Ro Yi menghidupkan bisnis yang ada di sekitar usahanya akan membuat peluang pelanggan baru datang ke Danbam lebih banyak. 

6. Belajar dari Siapa Saja 

Inspirasi tidak hanya hadir dari orang yang kita sukai. Sae Ro Yi bahkan belajar banyak dari musuhnya yaitu Persider Jang. Sae Ro Yi membaca autobiografi Presiden Jang dan mencoba mencari hal baik yang bisa ditiru dalam membangun bisnis restoran sekaligus mencari titik lemah untuk menaklukkan musuhnya tersebut. 

7. Memperluas Jaringan Bisnis

Jika bisnis sudah berjalan sesuai yang diinginkan, buatlah target untuk pengembangan bisnis misalnya menjadi sistem waralaba. Saeroyi menjadikan Danbam sebuah merk dagang dan mendirikan perusahaan waralaba dengan bantuan orang-orang di sekitarnya. 

8. Terus Update dan Jangan Anti Teknologi

Park Sae Ro Yi memang jempol banget kalo urusan prinsip dan target usahanya. Namun ada yang dia lupa yaitu perkembangan zaman dan teknologi yang membuat usahanya nggak bisa gitu-gitu aja. Zaman sekarang, orang-orang sudah main sosmed dan suka tempat nongkrong yang cozy, bersih dan nyaman.

Kehadiran Jo Yi Seo sebagai manager kedai DanBam membawa banyak perubahan. Yi Seo adalah seorang wanita cerdas, keren, seorang blogger dan influencer. Lewat kekuatan sosial media dan online marketing, ia berhasil membantu Park Saeroyi mewujudkan impiannya menjadikan DanBam nomor 1 di korea. 

Yi Seo sebagai manager juga mencatat setiap perkembangan keuangan DanBam agar mengetahui berapa keuntungan dan apa saja yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis kedepannya.

Software Akuntansi Online Kledo untuk Memudahkan Pencatatan Keuangan

Drama Korea Itaewon Class yang sudah aku ulas tadi inspiratif banget ya, banyak pelajaran bisnis yang bisa kita pelajari salah satunya tentang pentingnya pencatatan keuangan bisnis secara rapi untuk mengetahui perkembangan usaha kita. 

Saat ini sudah ada teknologi yang memudahkan dalam pencatatan keuangan yaitu KLEDO sehingga tidak perlu lagi mencatat secara manual yang rentan hilang dan rusak.

Apa sih KLEDO? Kledo adalah software akuntansi gratis yang mudah dan cantik yang memudahkan kita untuk mencatat invoicing, purchase order dan segala aktivitas bisnis dengan mudah. Selain itu ada juga analisa performa bisnis dalam grafik yang cantik.

Kledo software akuntansi gratis untuk pencatatan keuangan

Kelebihan Software Akuntansi Kledo

  • Aplikasi dengan Proses Bisnis Lengkap dan All in One

Aplikasi kledo mencakup segala keperluan bisnis mulai dari pencatatan pengeluaran, pemasukan, hutang & piutang, purchasing, sales quote, faktur hingga rekonsilasi dengan data mutasi perbankan nasional.

  • Dapat diakses darimana saja Tanpa perlu instalasi

Performa bisnis bisa dipantau kapanpun dan dimanapun. Ada juga kemudahan menggunakan software akuntansi Kledo tanpa download dan instalasi apapun

  • Akses 30 Laporan Bisnis dan Keuangan

Menggunakan Kledo, kita bisa mengakses lebih dari 30 laporan akuntansi lengkap hanya sekali klik seperti neraca, laba rugi, arus kas, buku besar, jurnal dan juga berbagai grafik serta statistic untuk memantau performa bisnis

  • Mencatat Purchasing dan Pengeluaran

Dengan menggunakan Kledo, pembelian dan pengeluaran dapat dilacak secara detail. Mulai dari harga yang disepakati dan dokumen pendukungnya. Selain itu tak perlu menumpuk kuitansi pengeluaran, karena semuanya dengan mudah ada di software akuntansi kledo yang membuat pembukuan bisnis otomatis ter-update.

Nah saat ini Kledo menyediakan 3 layanan termasuk akses software gratis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba software akuntansi Kledo? Yuk segera daftar disini dan nikmati banyak keuntungannya!

Komentar