AZTbYVPopjvar4TJTJPzAz4SPbtvZW2vOh3lqEgw

Cinta, Bangga dan Paham Rupiah untuk Indonesia Lebih Baik

Posting Komentar

cinta bangga dan paham rupiah sebagai mata uang resmi yang menjadi simbol kedaulatan
Rupiah (sumber gambar : pixabay)

“Rupiah merupakan mata uang resmi Indonesia yang menjadi salah satu lambang kedaulatan Republik Indonesia.”
Sebuah pernyataan yang mungkin dianggap sebagian orang terlalu berlebihan. Namun, jika kita kembali mengurai catatan penting sejarah tentang bagaimana Pulau Sipadan dan Ligitan lepas dari Indonesia. Setidaknya kita akan menyadari, bahwa minimnya transaksi dan aktivitas ekonomi yang menggunakan rupiah di sana menjadi pertimbangan dunia internasional atas lepasnya kedua pulau tersebut.

Belajar dari sejarah pahit di masa lalu, sudah seharusnya kecintaan terhadap Rupiah bukan hanya kata-kata. Siapapun kita, dapat ikut serta dalam upaya bela negara dengan cinta, bangga dan paham Rupiah. 

Memaknai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah

Apakah kamu cinta rupiah? Semua orang yang membutuhkan uang pasti akan menjawab iya! Rupiah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, benarkah cinta yang kita ucapkan itu adalah cinta yang sebenarnya? 

Definisi cinta bukan sekedar ketertarikan pribadi saja, melainkan juga perasaan positif yang berisi perhatian, empati, penjagaan dan memahami. Begitu juga ketika kita mengungkapkan cinta terhadap rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan bangsa dan Negara, layaknya diikuti perasaan bangga dan berusaha memahami rupiah. 

1. Cinta Rupiah dengan Mengenali dan Menjaga

Wujud kecintaan terhadap rupiah dapat ditunjukkan dengan mengenali karakteristik, desain hingga filosofi rupiah. Setiap uang rupiah yang diterbitkan memiliki makna tersendiri. Contohnya saja uang Rp 75.000 edisi khusus yang diterbitkan Bank Indonesia dalam menyambut HUT ke-75 Republik Indonesia. Dengan nuansa merah putih, uang rupiah khusus ini dimaknai untuk mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebhinekaan, dan menyongsong masa depan gemilang.

Kita pun mengenal istilah 3D yaitu dilihat, diraba diterawang untuk mengenali karakteristik dan desain rupiah agar tak terjebak uang palsu. Pada uang kertas rupiah, warna terlihat terang dan jelas sehingga mudah dikenali secara kasatmata. Logo Bank Indonesia akan terlihat menyatu atau utuh, begitu juga gambar pahlawan dan ornamen pada tanda air.  Jika diraba, permukaan uang kertas akan terasa kasar. 

Oya, sudah lihat kan foto pahlawan yang terdapat di rupiah? Apa tega merusak foto pahlawan yang telah  berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini? Cinta rupiah dapat ditunjukkan dengan merawat rupiah dengan baik selayaknya kita menghargai para pahlawan yang gambarnya ada di lembaran uang. 

Yuk, tinggalkan perilaku melipat dan membuat uang menjadi lusuh dan kotor sehingga tidak bisa digunakan lagi. Simpan rupiah dengan baik dan gunakan untuk hal positif bagi diri kita juga orang lain. Jika  menemukan rupiah kertas yang rusak atau uang logam yang dibuang, kumpulkanlah lalu kita bisa menukar uang tersebut di Bank Indonesia untuk mendapatkan uang yang baru.

2. Bangga Karena Rupiah Pemersatu Bangsa

Saat menonton pertandingan bulu tangkis, tak peduli berasal dari Indonesia bagian mana pemainnya. Semua masyarakat akan berbondong-bondong mendukung. Apalagi ketika lagu Indonesia raya berkumandang., Ada getar, kebanggaan dan semangat yang membuncah di dada.

Lagu kebangsaan, bendera, bahasa dan lambang negara nyatanya mampu menyatukan keberagaman yang ada. Simbol yang akarnya dari sejarah perjuangan bangsa. Begitu juga dengan rupiah yang dinyatakan sebagai simbol negara dalam UU Mata Uang No.7 tahun 2011. Sudah seharusnya kita hormati dan banggakan. 

Kita bisa belajar dari ragam uang yang diterbitkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Kerajaan Nusantara maupun pemerintah kolonial hingga penerbitan ORI tahun 1946 menandakan mata uang sebagai simbol kedaulatan dan persatuan bangsa. 

Coba ambil uang yang ada di dompet, perhatikanlah satu per satu gambar yang ada. Kita akan melihat perjuangan bangsa dan keragaman budaya di dalamnya. Seperti uang keluaran terbaru di tahun 2020. BI menerbitkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 tahun (UPK 75) sebagai rasa syukur akan anugerah kemerdekaan dan pencapaian pembangunan selama 75 tahun Indonesia merdeka. 

Kebanggaan terhadap Rupiah pun hendaknya diikuti dengan bangga menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Jangan sampai kejadian Pulau Sipadan dan Ligitan terulang lagi. Karena salah satu faktor lepasnya kedua pulau tersebut adalah minimnya transaksi menggunakan rupiah yang menjadi pilar keuangan negara. 

3. Paham Rupiah dengan Bijak Berbelanja

Pernahkah teman-teman merasa sakit hati ketika kurs Rupiah melemah? Pasti bertanya-tanya dalam hati, kenapa sih Rupiah anjlok terus? Salah satu penyebabnya sih karena enggan menggunakan rupiah dalam transaksi dan lebih memilih menggunakan mata uang asing. Di sinilah tantangannya kita untuk memahami Rupiah.

Paham Rupiah adalah perilaku memahami rupiah dalam peredaran uang, stabilitas ekonomi dan fungsinya sebagai alat penyimpanan nilai. Hal ini dapat diwujudkan dengan bijak berbelanja dan melakukan transaksi dengan rupiah. Bijak berbelanja bukan berarti tidak membelanjakan uang Rupiah, namun lebih pada bijak membelanjakan rupiah untuk membeli produk dalam negeri untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Sebagai bentuk cinta, bangga dan paham rupiah, yuk gunakan rupiah dalam setiap transaksi tunai maupun nontunai. 

Kita juga sama-sama tahu bahwa saat ini pandemi covid-19 memberikan dampak pada ekonomi bangsa. Banyak masyarakat yang terdampak ekonominya, begitu juga dengan usaha kecil dan menengah. 

Membelanjakan Rupiah merupakan salah satu upaya nyata yang bisa kita lakukan untuk memutar gerak UMKM, mendorong perkembangan UMKM, serta memulihkan ekonomi pasca pandemi. Besar harapan, UMKM di Indonesia mampu berdikari di negaranya sendiri.

Kesimpulan

Setiap transaksi yang kita lakukan saat ini, adalah andil dan perjuangan kemerdekaan para pahlawan. Buatlah pendahulu kita bahagia dengan sikap cinta, bangga dan paham rupiah. Mengenali rupiah, menjaga, merawat, meyakininya sebagai simbol pemersatu bangsa adalah contoh perwujudannya. Jika Rupiah dicintai, digunakan dalam setiap transaksi produk dalam negeri, besar harapan ekonomi Indonesia akan semakin membaik. 

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email