AZTbYVPopjvar4TJTJPzAz4SPbtvZW2vOh3lqEgw

Alasan Menulis Blog Versi riafasha.com

43 komentar
alasan menulis blog versi riafasha

Mengapa kita harus menulis? Pertanyaan ini seringkali kita dengar saat mengikuti seminar kepenulisan. Aku  pernah menuliskan bahwa alasan menulis yang kuat akan mempengaruhi kualitas dan semangat kita dalam perjalanan menulis. Bagaimana dengan teman-teman pembaca? Apa sih yang memotivasi untuk terus menulis?


Walau banyak yang bilang tak baik banyak alasan. Bagiku untuk melakukan segala sesuatu perlu alasan yang kuat. Menurut kamus KBBI, alasan berasal dari kata alas yang bermakna :  dasar, hakikat, yang menjadi pendorong untuk berbuat sesuatu. Impian tanpa alasan bisa saja goyah kapan saja, sama seperti pernikahan tanpa cinta. Pun dengan menulis, aku dan siapa saja yang menyukai ranah ini perlu alasan untuk tetap bertahan. Tanyakan pada diri kenapa aku menulis?


Alasan Menulis dan Kenapa Aku Harus Menulis?


Ayah  punya andil besar akan kecintaanku terhadap dunia kepenulisan. Sejak kecil sudah terbiasa membaca buku sastra, puisi dan prosa yang di tulis ayah. Sebagai penyair era 90an, puisi ayah dan teman-temannya punya karakter kuat yang membuatku makin tertarik dengan puisi.

 

Lalu ada musibah yang menimpa mendekati hari ujian nasional SD, benar-benar membuat terpuruk. Tersiram air panas dan aku tidak bisa berjalan selama 2 bulan. 2 tahun berselang hingga masuk SMP, aku harus bolak balik ke rumah sakit setiap minggu untuk periksa dan suntik ke dokter. Di 2 pergelangan kaki di suntik hingga 20 kali untuk memastikan syaraf kaki aku baik-baik saja.


Aku sering menangis namun tak pernah mampu mengeluarkan kata-kata pada ayah dan ibu. “Tulis saja apa yang ingin disampaikan” begitu kata ayah. Sejak saat itu aku suka menulis puisi dan termotivasi untuk menulis setiap hari.

Perasaan sedih dan kecewa pun saya tuliskan dalam bentuk puisi dan cerita hingga perasaan menjadi lebih baik. Menulis jadi self healing untuk mengobati luka masa lalu. Walau seseorang pernah bilang “jangan jadi penulis, nanti miskin tak punya apa-apa” aku tetap menulis, karena dengan menulis aku bahagia. 


Manfaat Menulis 

Manfaat menulis tentu banyak sekali. Untuk saya pribadi manfaat menulis bagi kesehatan mental begitu terasa. Ya, dengan menulis emosi bisa disampaikan dengan cara yang baik dan santun. 


Hal ini senada dengan Jurnal Advance in Psychiatric Treatment tahun 2005 yang menyebutkan menulis ekspresif berhubungan dengan peningkatan suasana hati, kesejahteraan, tingkat stres dan gejala depresi, serta manfaat fisik seperti penurunan tekanan darah, dan juga peningkatan fungsi paru-paru dan hati.* 


Ada juga manfaat menulis munurut para ahli seperti  Horiston dalam Darmadi (1996:3-4). Disebutkan bahwa  kegiatan menulis ialah sebagai sarana untuk dapat menemukan sesuatu, bisa memunculkan sebuah ide baru, melatih kemampuan mengorganisasi dan juga menjernihkan bebagai konsep ataupun ide yang kita miliki  dan melatih sikap objektif yang ada di diri seseorang.


Nah biar semangat menulis, coba simak manfaat yang akan kita dapatkan dari kegiatan menulis:

  • Belajar mengungkapkan isi hati dan perasan
  • Menjadi diri sendiri karena kita tak perlu berpura-pura di depan orang lain, buatlah tulisan yang jujur
  • Terhindar dari stress dan gangguan emosi lainnya
  • Berlatih untuk menghasilkan karya
  • Mempunyai kepercaan diri, lebih kreatif yang membuat pribadi jadi lebih baik
  • Menulis bisa melatih kesabaran
  • Melatih kemampuan komunikasi agar lebih baik
  • Menulis mampu membangung karir baru misalnya menjadi penulis buku, penulis naskah, dan blogger



Alasan Menulis di Blog


Perempuan menulis di blog


Saat itu satu-satunya alasan terus menulis adalah untuk penyembuhan. Lalu di perjalanan hidup, aku bertemu dengan teman-teman yang baik yang memotivasi . Mereka katakan jika aku berbakat, sayang jika tulisan yang ada hanya bisa di baca sendiri. 


Dengan ragu, mulailah karya-karya itu aku kirim ke berbagai lomba termasuk lomba blog di kampus yang menjadi awal mula membuat blog. Ndilalah, beberapa tulisan berjodoh jadi pemenang. Aku semakin semangat ikut mengirimkan tulisan dan mempublikasikan ke blog. Perasaan terluka makin membaik karena sudah berani membuka penjara yang aku ciptakan sendiri. 

Setelah hampir 12 tahun kenal dengan blog, semakin suka menulis cerita di blog karena manfaat menulis banyak sekali. Alasan menulis blog kini pun makin bertambah dan menguatkan kenapa aku harus tetap menulis. 


1. Menulis, Mengabadikan Kenangan


Dulu aku suka gonta ganti blog. Hampir semua platform sudah dicoba mulai dari Blogger, Multiply, Blogdetik, Wordpress dan Kompasiana. Jika jenuh, blog beserta tulisannya akan di hapus. Bayangkan gimana tidak berpendiriannya aku waktu itu. Sekarang baru menyesal karena  tidak lagi bisa membaca kenangan yang sudah dituliskan di blog-blog sebelumnya.


Menulis bukan hanya untuk menuangkan pikiran, mencatat pengalaman, tetapi juga  menjadi salah satu cara untuk mengabadikan kenangan. Harus diakui ingatan kita memang tidak bisa diandalkan. Apa yang kita ingat sekarang, bisa saja berbeda dengan kejadian dahulu. Jangankan hal detail akan hari, waktu dan nama, hal samar saja belum tentu bisa bertahan di ingatan.


Karenanya, aku butuh menulis. Karena tulisan mengabadikan ingatan dan kenangan yang sekaligus memupuk harapan. Kita menulis sekarang ibarat mengabadikan setiap momen di aliran sungai perjalanan hidup. Suatu saat kita bisa menengok sungai itu, merefleksikan diri, berkaca dan menelaah kesalahan lalu bangkit untuk menjadi seseorang yang lebih baik.


Tak hanya bagi diri sendiri, tulisan menjadi warisan untuk anak dan cucu kelak. Besar harapan, kenangan yang aku tuliskan di blog akan menjadi sesuatu yang akan disyukuri oleh Ubay dan Ghazy. Bahwa uminya, menceritakan masa kecil dan kenangan indah yang mungkin tak bisa mereka  ingat.


Umur punya batas yang mengakhiri tugas kita sebagai manusia, namun tulisan akan memperpanjang estafet kebaikan kita sebagai manusia walau telah tiada.


2. Aktualisasi Diri : Mengutarakan Pikiran dan Mengekspresikan Perasaan


Aku tipe introvert tidak pandai sosialisasi dan komunikasi langsung. Entah mengapa jika “ngomong” , kata-kata yang ada di pikiran mendadak hilang karena grogi. Melihat mata orang yang menatap, menungguku bicara bisa buat gemetaran. Berbeda saat menulis, aku merasa lebih tenang dan lancar menguatarakan pikiran serta mengungkapkan perasaan. 


Sebagai wanita pun aku perlu banyak bicara agar hati jadi lega. Karena katanya wanita perlu bicara setidaknya 20.000 kata per hari. Menulis bisa jadi sarana aktualisasi diri, menyalurkan emosi dan kata-kata yang ingin disampaikan. Lebih lagi jika tulisan diracik dengan apik menjadi sebuah postingan blog, tanggapan dan saran orang lain kadang menguatkan, menjadi bantuan untuk memecahkan masalah yang ada. Perasaan pun jadi lebih nyaman dan hidup makin  produktif.


3. Mengikat Ilmu 


Imam Syafi’i mengatakan bahwa menulis adalah alat untuk mengikat ilmu atau bacaan. Sekiranya tidak ada tulisan lalu kita lupa maka lenyaplah ilmu itu dari diri kita.


Daya ingat manusia lemah dan terbatas namun ada penawarnya yang sering tidak kita sadari. Penawar lupa adalah menulis. Ya menulis, karenanya kita dianjurkan untuk menulis apa yang sudah dipelajari agar makin kuat ingatan dan suatu saat bisa dibaca kembali.


Begitulah yang dilakukan oleh ilmuwan dan orang-orang terdahulu yang manfaat ilmu mereka masih bisa kita rasakan hingga sekarang karena tulisan yang masih tertinggal. 


Alasan menulis di blog pun menjadi sarana untuk mengikat ilmu. Biasanya jika aku mempelajari hal-hal baru, akan segera dituliskan di blog agar suatu saat bisa di baca kembali dan bonusnya bisa bermanfaat untuk pembaca.


4. Menulis untuk Belajar, Berbagi dan Perubahan


Sepintar apapun seseorang, orang yang tidak berkarya (menulis) gagasannya, tidak akan terdengar dan diketahui orang. Seperti yang dikatakan  Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”


Menulis sesungguhnya adalah sebuah proses belajar. Sebab dengan menulis kita akan banyak membaca referensi, melakukan pengamatan, riset, membandingkan serta mengambil kesimpulan. 


Tak berhenti disitu, tantangan dari sebuah tulisan adalah bagaimana tulisan bukan hanya menyampaikan informasi maupun gagasan, namun juga mempunyai daya gugah. Inspirasi sederhana yang nyatanya sangat dibutuhkan oleh pembaca. Ketika seseorang mengucapkan terimakasih atas apa yang aku tulis di blog, ada perasaan hangat karena menyadari dari hal sederhana kita mempunyai arti bagi kehidupan orang lain. 


Menulis hal baik akan memberikan banyak kebaikan. Seorang penulis sejatinya adalah orang yang kaya karena dengan tulisan kita bisa berbagi apa saja. Kita tidak pernah tau, bahwa tulisan hari ini akan bermanfaat oleh pembaca hingga kita tiada nanti. Inilah salah satu alasan kuat kenapa aku harus terus menulis.


5. Banyak Bonus dari Menulis


Aku selalu percaya bahwa kebaikan sekecil apapun, akan berbalas dengan kebaikan. Begitupun dengan menulis. Dengannya kita bisa memperoleh banyak hal seperti memperluas jaringan pertemanan, memperbaiki kesehatan mental juga memberikan profit dalam bentuk uang, barang juga kepuasan batin. Jadi, yakin nggak mau menulis? 


6. Menulis sebagai Jalan Hidup


Sebenarnya aku belum sampai ke level ini. Namun, aku berharap suatu saat alasan ini menjadi alasan yang paling kuat dari semua alasan menulis lainnya. Menulis sebagai panggilan hidup adalah menyakini bahwa menulis merupakan jalan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Menulis sebagai salah satu cara untuk memberikan perubahan untuk diri sendiri juga pembaca.



Tips Mahir Menulis dan Editing Blogspot Ala Monica Anggen


tips dan trik untuk menulis dan editing blog
Gambar (LUM3N dari Pixabay)


Bergabung menjadi bagian dari Kelas Growth Blogger merupakan suatu keberuntungan karena peserta terpilih akan diberi materi berisi, berdaging, dan apapun istilahnya yang membantu meningkatkan kemampuan sebagai Blogger. Materi pertama Selasa malam mengenai “Mahir Menulis dan Editing Blogspot”dibawakan sangat apik oleh Mba Monica Anggen


Teman-teman pasti tak asing lagi kan dengan blogger ini yang juga penulis banyak buku best seller  seperti “Nggak Usah Kebanyakan Teori Deh..!, 99 Cara Mengasah Instuisi ala Sherlock Homes, Yakin Selamanya Mau di Pojokan dan banyak karya lainnya.


Aku kenal mba monica awalnya dari sebuah form Job. Beberapa kali bekerja sama hingga bergabung di grup WAG BRT. Karakter yang tegas, tulus dan totalitas pasti bisa dirasakan teman-teman saat diskusi malam tadi. Semua pertanyaan dijawab dengan clear dan banyak banget insight serta ilmu baru yang didapatkan.


“Jadilah diri sendiri dan menulis dengan gaya paling menyenangkan untuk diri kita kalau kita senang rasa itu akan sampai ke pembaca.” Monica Anggen

 

Diskusi bersama mba monica diawali dengan motivasi menulis. Setiap orang memang punya  motivasi untuk menulis. Satu orang dengan yang lain mungkin berbeda, ada yang karena uang, ingin berbagi gagasan dan banyak alasan lainnya. Namun yang perlu diingat,  motivasi yang kuat sangat penting yang menguatkan kita di ranah ini  jika suatu saat ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. 

Mba Monic juga memberikan trik menulis cerita di blog dengan tema yang sama. Untuk menghasilkan tulisan yang unik biasakan untuk mengombinasikan berbagai referensi dengan gaya menulis kita. Hindari untuk menyalin press rilis karena efeknya akan membuat blog kita jadi buruk di mata pembaca maupun search engine. Sebaliknya, pilihlah padanan kata yang perkaya diksi dengan rajin membaca buku .


Pernah Mengalami Kendala Menulis?


Menulis bertahun-tahun bukan berarti tanpa kendala. Di saat-saat tertentu aku menemukan diri yang seperti kosong, jenuh, ga punya motivasi bahkan ga mau sedikitpun mulai menulis. Aku pernah mengalaminya hingga berbulan-bulan dan biasa dikenal dengan writer’s block. Jika rasa malas ini terus diikuti, bisa bahaya karena  akan terbiasa tidak menulis.


Aku pun punya masalah dalam menemukan kalimat pembuka sebuah tulisan. Aku bisa berjam-jam memikirkannya. Lalu jika jenuh, akan berhenti dan menutup laptop. Akhirnya waktu memikirkan ide terbuang sia-sia karena tak menghasilkan tulisan apapun.  


Mengalahkan diri sendiri. Itulah yang aku tangkap dari saran mbak Monic jika kita mengalami kendala dalam menulis blog. Ya, kita perlu mengalahkan rasa jenuh dan malas yang ada di dalam diri. Jika bukan kita siapa lagi? Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan untuk menyemangati diri dan kembali lagi ke alasan awal kenapa kita ingin menulis . 


Nah mengakhiri tulisan alasan menulis blog versi aku siang ini. Ada beberapa tips dan trik menulis blog yang aku rangkum dari penjelasan mbak Monic :


Buatlah tulisan yang berisi.  Pesan yang aku ingat dari Mba Monica adalah sajikanlah tulisan yang “berisi”. Maksudnya adalah membuat tulisan  dengan tulus dengan gaya kita sendiri. Sebuah tulisan yang ditulis dari hati akan sampai kepada pembaca.

 

Walaupun menulis organic berupa curhatan, tulislah dengan tetap mengedepankan teknis menulis yang benar yaitu 5W 1 H. Perhatikan EYD dan kesinambungan antar paragraf.


Buat online untuk membantu mengonsep tulisan agar lebih tertata. Dan mulailah membuat tulisan  dengan tema disukai dan dikuasai agar lebih mudah menuliskannya.


Sebagai blogger, jadilah blogger yang totalitas dalam menulis. Jaga kualitas tulisan dan jangan asal-asalan dikarenakan alasan uang atau hal lainnya. Pembaca tentu bisa menilai mana tulisan yang dibuat setengah hati dan tulisan yang dibuat dengan serius.


Cara menemukan ide menulis diantaranya dengan banyak membaca referensi baik itu melalui web maupun buku. Banyak membaca membuat pandangan jadi luas dan kaya akan diksi. 


Etika dan kejujuran itu penting. Jadilah orang yang bisa dipercaya dan tidak manipulatif. 


Upgrade  ilmu blogging dengan mengikuti pelatihan berkaitan dengan blog. Nah kalo ini aku setuju banget karena namanya ilmu semakin makin berkembang dan update. Bukan hanya soal menulis, jadi blogger juga perlu loh belajar SEO, infografis, fotografi dan ilmu yang mendukung lainnya 

Jadi penting banget untuk memperbaharui ilmu kita agar kualitas tulisan makin baik. Makanya nih aku semangat banget waktu ikutan Kelas SEO On Page beberapa waktu yang lalu dan sekarang Kelas Growth Blogging. Semoga bisa bertahan sampai akhir ^_^ 


Terimakasih Mba Monica dan Tim Kelas Growth Blogging. Semoga waktu dan ilmu yang diberikan makin berkah. Apapun alasan menulis versi ku dan teman-teman semoga makin hari makin semangat dan memberikan banyak kebaikan. 


Nah sekarang giliran teman-teman untuk cerita alasan kenapa kalian menulis? Yuk tulis di kolom komentar. Thankyou!


Referensi

* 6 Manfaat Menulis Setiap Hari untuk Kesehatan (https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-menulis-untuk-kesehatan/)

Related Posts

43 komentar

  1. Perkataan imam syafi'i memang jadi penyemangat sendiri ya buat terus menulis apapun dan di mana pun :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak sucie. dengan menulis ilmu yang didapat bisa diikat untuk dipelajari lagi

      Hapus
  2. Emang benar ya ternyata menulis bisa menjadi kebahagiaan, simpel ya tapi manfaatnya bagi kita luar biasa. Semoga tetap terus menulis ya kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dek karena itu jadi ga bisa ninggalin kegiatan menulis.

      Hapus
  3. Menulis membuat kita jadi lebih banyak belajar lagi ya mbak, jadi lebih banyak ilmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba elva, banyak hal yang bisa dipelajari karena terbiasa menulis

      Hapus
  4. Wahh.. Aku baru tau sejarah mbak mulai nulis berawal dari tersiram air panas. Good luck ya mbak, sukses terus dengan dunia tulisnya.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya neng semenjak musibah itu jadi ga suka bergaul dan pendiam banget. pengobatnya cuma dengan nulis

      Hapus
  5. Emng menulis itu banyak banget manfaatnya, slah satunya bekerja untuk keabadian. Lanjutkan perjuangan menulisnya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul alfha, penulis yang berkarya akan abadi dengan tulisannya. makasih ya sudah berkunjung

      Hapus
  6. Kalau nurutin kendala menulis jujur banyak bangettt mba apalagi kendala yang berasal dari dalam diriku ini yang serba malas. Namun aku berusaha mengenyahkan kendala itu. Berhenti sejenak boleh tapi jangan putus sama sekali dalam menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup kebanyakan kendala memang berasal dari kita sih mbak, jadi penawarnya memang mengalahkan rasa jenuh diri diri sendiri

      Hapus
  7. sebenrnya nge blog ni sulit menurut aku... pdhal sbnenrya tnggl komitmen aja ya sama diri sendiri...
    sepanjang 2020 aku berdosa niii..hiksssss gk ada nulis2...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya da, bisa karena biasa aja
      kalo ada waktu lowong yuk menulis lagi, cerita tuberkolosis tuh bagus loh diangkat

      Hapus
  8. Kisah alasan menulis mbak sangat menginspirasi saya mbak. Ketika membaca blog ini, saya jadi smgt menulis lg.. Terima kasih mbak ria...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih juga julia sudah berkunjung. semoga makin semangat nulisnya

      Hapus
  9. Semangat terus menulis agar dapat banyak kebaikan

    BalasHapus
  10. Nahh mengalahkan diri sendiri yes, well noted. Setuju dengan tips mengatasi kendala dari Mbak Monica yaa Mbak Ria... sesuai juga dg hadits Rasulullah SAW bahwa musuh terbesar itu ya hawa nafsu si manusianya sendiri. Malas, suka menunda pekerjaan dll. Yuk semangat berkarya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mengalahkan diri sendiri itu yang rada sulit tapi bukan berarti ga bisa kok.
      semangat juga untuk mbak mia

      Hapus
  11. Keren mba Ria, akhirnya mematahkan omongan orang dengan terus menulis. Memang kendala selalu ada aja, terutama buat mengalahkan kemalasan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak sekarang pun masih proses untuk mengalahkan rasa malas agar tetap konsisten

      Hapus
  12. Wah keren nih tulisannya, bisa kembali membakar semangat nulisku yg sama sekali blm berkomitmen. hehe. Tp kalo dibilang hobi nulis, ya mmg hobi sih, cuma kdg aku nulisnya ga di blog.. sampe skrg aku masih suka nulis diary, cerpen. Ya mmg hrs sih punya kemampuan nulis, krn byk sekali manfaatnya.. Thanks Mbk Ria inspirasinya.. πŸ™‚

    BalasHapus
  13. punya alasan yang kuat memang sangat baik ya mba untuk keberlangsungan karya.. suka banget sama keseluruhan tulisannya mba..

    BalasHapus
  14. Kunci seorang blogger dalam menulis memamg haru membaca, semakin banyak membaca maka semakin banyak kosa kata yang tersimpan di otak sehingga memudahkan kita untuk menuangkan kata-kata saat mulai menulis artikel blog.

    BalasHapus
  15. Ya Allah keren banget Ayahnya ya mbak. Dari memberi solusi jadinya mengantar Mbak suka menulis. Maish adakah Mbak Ayahnya? "Maaf bertanya yang agak pribadi. Ada rasa kagum mbak pada sosoknya.

    BalasHapus
  16. Sedih juga baca alasannya mengapa hobi menulis, ternyata karena dulu tersiram air panas. Duh ngga bisa membayangkan bagaimana sakitnya, tapi karena itu jadi hobi menulis ya.

    Mbak Monica Anggen itu blogger senior ya. Salah satu tipsnya agar membuat tulisan berisi. Ini yang belum aku bisa karena menulis asal saja.πŸ˜‚

    BalasHapus
  17. Mbak Ria nih emang tulisannya bagus ya. aku bacanya aja mpe nggak terasa, tau2 udah kelar. kereen

    BalasHapus
  18. Hai Mbak Ria😊 saya kalau menulis selalu bikin oret-oret dulu karena suka bingung mau nulis apa wkwkkw.... Outline penting banget jadinya. Btw, Mbak Ria lebih suka nulis fiksi atau nonfiksi?

    BalasHapus
  19. Aku kok jd penasaran sama kaki yg tersiram air panas, membekas smpek skrg atau hilang jejaknya mak ubay ? Btw asyik y klo punya orang tua penulis, jadi bisa kolaborasi dan dpt dukungan penuh. Secara orang2 tua kebanyakan awam soal dunia kepenulisan. Menganggap jadi penulis itu gak menghasilkan.

    BalasHapus
  20. Bener banget ya mba. Kendala utamaku adalah mengalahkan diri sendiri. Males dan minder sebelum melakukannya.

    BalasHapus
  21. Masya Allah Tabarakallah
    aku tuh selalu suka dengan cara Ria nulis, kaya kosa kata. Kapan...bisa nulis bagus juga

    BalasHapus
  22. Mengalahkan diri sendiri adalah hal yg berat untuk bisa konsisten dalam ngeblog. Yuk kit harus semangat biar ngeblognya tetep jalan.

    BalasHapus
  23. Wawww... Lengkap sekali mba tulisannya. Saya belajar banyak nih abis bacanya. Kereeen.

    BalasHapus
  24. masalah teknis 5W+1H masih belum aku terapin mbak, bingung dan belum paham :D

    BalasHapus
  25. Mba aku sama banget bagian aktualisasi diri, klo nomgong depan khalayak cem semua materi yang mau di sampaikan mendadak hilang, nanti abis waktu ngomong.. baru ada kata.."DUHH KOQ TADI GA NGOMONG GINI YAA" hehehe

    BalasHapus
  26. Iya juga kak, melalui tulisan kita bisa mengekspresikan diri dan menyalurkan emosi lebih baik, jadi mental bisa tetap terjaga

    BalasHapus
  27. AKu masi Pe er banget soal EYD nih huehue...
    btw aq setuju banget part ini : Menulis untuk Belajar, Berbagi dan Perubahan
    Coz aku merasakan sendiri :)

    BalasHapus
  28. Wah.. sayang banget mbak blognya dihapus beserta isinya. Kalau aku biasanya kuselamatin dulu isinya, baru kuhapus. Tapi ada satu blog yang lupa kuback up. Padahal ada tulisan yang bagus banget (menurutku), mana catatan yang jadi dasar tulisan itu juga udah nggak ada, jadilah lenyap... nyesel banget deh jadinya.

    BalasHapus
  29. masing2 mempunyai alasan untuk terus menulis

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email